Goyang Isu Kader Loncat Pagar di Kandang Banteng Surabaya

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi, Jatimupdate.id
Ilustrasi, Jatimupdate.id

Catatan Redaksi - Beredarnya foto Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya Eusebius Purwadi dan Achmad Hidayat memamerkan KTA PSI memicu spekulasi politik tajam. 

Sebagai salah satu basis utama PDIP, rumor eksodus pengurus internal ini bukan cuma riak kecil. Tapi ujian terbuka bagi soliditas mesin partai berlambang banteng di Kota Pahlawan.

Namun, dalam logika politik, kehilangan figur tokoh tidak otomatis berarti kehilangan suara pemilih. Ada batas yang memisahkan antara hengkangnya seorang individu, pergeseran jaringan taktis, dan runtuhnya basis massa elektoral. 

Ketiga elemen ini tidak selalu berjalan linier. Selama akar rumput tidak ikut bergerak, struktur partai di atas kertas sebenarnya masih bisa diselamatkan.

Kendati begitu, PDIP Surabaya tidak bisa menganggap enteng efek domino ini. Jabatan Wakil Sekretaris Bidang Internal merupakan posisi strategis yang mengelola dapur organisasi, ritme komunikasi, dan taktik lapangan. 

Pengalaman dan pemahaman instan seperti ini tidak mudah digantikan, sekaligus membutuhkan waktu lama bagi partai baru untuk mereplikasinya. 

Jika jaringan bawah tanah ikut terseret, barulah PDIP akan menghadapi ancaman kehilangan kekuatan taktisnya.

Isu ini sedianya jadi alarm bagi PDIP Surabaya segera merapatkan barisan dan melakukan audit loyalitas. 

Sebab kekuatan partai politik modern tidak cuma bersandar pada segelintir figur, melainkan pada soliditas struktur kolektif dari tingkat kota hingga kelurahan. 

Namun dampak manuver ini tergantung sejauh mana jaringan taktis di akar rumput ikut menyeberang ke PSI.