Siswa KB-TK Al Muslim Belajar Cuci Tangan Lewat Eksperimen Bersama FKM UNAIR
Sidoarjo, JatimUPdate.id - Sebanyak 185 siswa KB-TK Al Muslim mengikuti edukasi kesehatan dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia 2026, Kamis (15/10/2026).
Melalui eksperimen sederhana menggunakan lada dan sabun, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan dengan cara yang menyenangkan.
Mengusung tema “Tangan Bersih, Tubuh Sehat, Anak Hebat”, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KB-TK Al Muslim dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR). Sebanyak 30 mahasiswa FKM UNAIR turut terlibat dalam kegiatan edukatif tersebut.
Kegiatan diawali dengan pre-test mengenai kebersihan tangan menggunakan media gambar yang menarik.
Selanjutnya, anak-anak diperkenalkan dengan tujuh langkah mencuci tangan yang benar melalui gerak dan lagu agar lebih mudah dipahami dan diingat.
Edukasi kesehatan kemudian disampaikan oleh dosen FKM UNAIR, Novi Dian Arfiani, S.KM., M.KL., dan Dr. Triska Susila Nindya, S.KM., M.PH.
Selain eksperimen lada dan sabun, anak-anak juga mengikuti percobaan menggunakan sarung tangan (handscoon) dan spons. Melalui aktivitas tersebut, mereka belajar memahami bagaimana kotoran dapat berpindah serta mengapa kebersihan tangan perlu dijaga.
Setelah mendapatkan edukasi, seluruh siswa mempraktikkan tujuh langkah mencuci tangan yang benar dengan pendampingan guru, dosen, dan mahasiswa FKM UNAIR.
Dalam sambutannya, Prof. Trias Mahmudiono, S.KM., MPH (Nutr.), GCAS, Ph.D., menekankan pentingnya membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Menurutnya, anak-anak berada dalam fase penting pembentukan kebiasaan.
"Karena itu, edukasi kesehatan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi perlu diperkuat dengan contoh, praktik, dan pengalaman yang menyenangkan," terang Trias.
Pesan tersebut sejalan dengan pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan ini. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kebersihan tangan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.
Sementara itu, Kepala Sekolah KB-TK Al Muslim, Triana Dewi, mengatakan pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi anak.
“Hari ini anak-anak tidak hanya belajar tentang mencuci tangan, tetapi mengalami langsung bagaimana menjaga kebersihan tangan. Harapannya, kebiasaan sederhana ini terus mereka lakukan di sekolah maupun di rumah serta dapat meningkatkan profil lulusan Al Muslim, yaitu Living Health and Green pada dimensi Healthy Living,” tutur Triana.
Sebagai penutup, seluruh peserta membangun komitmen bersama untuk menjaga kebersihan melalui kegiatan cap tangan. Jejak tangan kecil para siswa menjadi simbol tekad untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi KB-TK Al Muslim dan FKM UNAIR, peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kebiasaan sehat sejak dini.
Dengan pendekatan belajar sambil bermain, anak-anak diharapkan semakin memahami bahwa mencuci tangan menggunakan sabun merupakan langkah sederhana yang penting untuk menjaga kesehatan.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat