Fathoni: Anggaran Infrastruktur Tembus Rp2,6 Triliun, Surabaya Tak Ketinggalan Pembangunan
Surabaya,JatimUPdate.id – Pimpinan DPRD Surabaya, Arif Fathoni menyebut anggaran pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi mencapai Rp2,6 triliun untuk periode 2025-2027.
"Anggaran pembangunan infrastruktur di masa wali kota ini tinggi. Total itu kan hampir dari mulai 2025 hingga 2027 itu kan Rp2,6 triliun," kata Fathoni beberapa waktu lalu.
Fathoni mengakui, pembangunan infrastruktur tersebut belum banyak mendapat perhatian publik lantaran isu parkir, penertiban PKL, hingga inspeksi sidak Eri Cahyadi lebih sering mencuat.
Ia juga menepis aktivitas tersebut berkaitan dengan kepentingan Eri Cahyadi pada Pilgub 2029.
Kendati begitu, Fathoni meyakini pembangunan infrastruktur yang saat ini berlangsung akan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
"Soal tidak dipublikasikan itu pilihan. Sekarang itu kan masyarakat mengeluhkan karena memang masih dalam masa pembangunan, konstruksi kan?" ujarnya.
Menurut Fathoni, pembangunan seperti box culvert, rumah pompa, dan saluran drainase merupakan upaya Pemkot mengatasi persoalan utama perkotaan, utamanya banjir dan kemacetan.
Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menilai Surabaya tertinggal dalam pembangunan lantaran persoalan tersebut terus menjadi perbincangan publik.
"Insyaallah masyarakat akan mendapatkan manfaatnya. Soal kenapa itu tidak dipublikasikan dan lain-lain, masyarakat kan sudah bisa menilai hari ini," katanya.
Fathoni menjelaskan, Pemkot Surabaya saat ini juga menggencarkan pembangunan saluran di sejumlah titik untuk mengurangi risiko banjir, utamanya saat musim hujan.
Selain itu, pembebasan lahan dan pembangunan jalan baru merupakan langkah konkret mengurai kemacetan.
Pun mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan yang terdampak pembangunan.
"Pembebasan lahan, pembangunan jalan baru, dan lain-lain itu untuk mengurai berbagai macam problematika kemacetan. Pasti pembangunan jalan baru itu akan menjadi trigger pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut," demikian Arif Fathoni. (Roy/Yh).
Editor : Yuris. T. Hidayat