Rapat Koordinasi dan On Job Training Tenaga Pendamping Profesional: Sinergi Menuju Agen Perlinsos yang Aktif
Bojonegoro, JatimUPdate.id -Dalam upaya memperkuat peran tenaga pendamping profesional, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan On Job Training (OJT) yang diikuti oleh tenaga pendamping dari 7 kecamatan di wilayah kerja Kabupaten Bojonegoro.
Ketujuh kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor, Baureno, Kepohbaru, dan Kedungadem, yang merupakan bagian dari total 28 kecamatan yang ada, kegiatan dilaksanakan di Aula Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas para pendamping desa dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah peran strategis Pendamping Desa sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Sebagai agen Perlinsos, pendamping desa dituntut untuk mampu mengidentifikasi, memverifikasi, dan memfasilitasi masyarakat rentan agar dapat mengakses berbagai program perlindungan sosial yang diselenggarakan pemerintah, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan bantuan sosial lainnya.
Dalam forum ini, ditekankan bahwa ke depan, peran sebagai agen Perlinsos bukan sekadar tugas administratif, melainkan sebuah amanah kemanusiaan. Para pendamping diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, memastikan bahwa data penerima manfaat valid dan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Oleh karena itu, seluruh peserta rapat diajak untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa, dinas sosial, dan stakeholder terkait.
Sebagai tindak lanjut konkret, dalam minggu ini ditargetkan seluruh Pendamping Desa di 7 kecamatan tersebut dapat aktif berpartisipasi sebagai agen Perlinsos, beberapa hari kedepan ditargetkan 21 Kecamatan lainnya akan mengikuti kegiatan yang sama.
Mereka diminta segera melakukan pemetaan, pendampingan, dan pelaporan terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat di desa masing-masing.
Dengan demikian, keberadaan pendamping desa diharapkan mampu mempercepat penanganan kemiskinan dan memperkuat sistem perlindungan sosial di tingkat akar rumput.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung antusias, menandakan komitmen bersama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa yang lebih baik.
Pewarta Mubin TAPM Bojonegoro (Sunarso/wb/mmt)
Editor : Miftahul Rachman