Guru SD se-Grujugan Basah Kuyup Ikuti Lomba Estafet Air Sambut HGN dan HUT PGRI ke-81

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Guru-guru perempuan mengikuti lomba estafet air dalam rangka memperingati HGN dan HUT PGRI ke-81 di Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Sabtu (17/10/2026).
Guru-guru perempuan mengikuti lomba estafet air dalam rangka memperingati HGN dan HUT PGRI ke-81 di Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Sabtu (17/10/2026).

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Gelak tawa mewarnai lomba estafet air yang diikuti guru-guru perempuan dari 20 SD se-Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Sabtu (17/10/2026). Meski harus basah kuyup, para peserta tetap antusias mengikuti perlombaan yang digelar PC PGRI Kecamatan Grujugan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-81 tahun 2026.

Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan lomba estafet air. Para kepala sekolah SD se-Kecamatan Grujugan turut hadir menyaksikan kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut.

Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Grujugan, Matyono, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan acara yang dinilainya kreatif dan inovatif karena memberikan ruang bagi para guru untuk menikmati kebersamaan di luar aktivitas pembelajaran.

Menurut Matyono, para guru sehari-hari disibukkan dengan tugas mengajar dan berbagai tanggung jawab lainnya. Karena itu, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan untuk menyegarkan pikiran sekaligus mempererat hubungan antarrekan sejawat.

“Bapak dan Ibu guru sehari-hari sudah mengajar dengan baik dan mencurahkan pikiran untuk anak didik. Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk sejenak melepaskan beban rutin, menikmati kebersamaan, dan merasakan kegembiraan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti perlombaan dengan santai, menikmati setiap momen, serta mengutamakan kerja sama tim. Menurutnya, lomba estafet air tidak semata-mata mengandalkan kecepatan, tetapi juga membutuhkan koordinasi dan kemampuan bekerja sama.

“Sifat perlombaan ini di luar akademis. Jadi tidak bisa diprediksi dari kebiasaan atau prestasi akademis sekolah. Yang terpenting adalah bagaimana satu tim mampu bekerja sama dengan baik dan saling menutupi kekurangan,” tambahnya.

Dalam lomba estafet air, peserta harus memindahkan air dari satu pemain ke pemain berikutnya menggunakan baskom yang diletakkan di atas kepala. Sorak-sorai guru yang menyaksikan dan para siswa menambah kemeriahan perlombaan.

Setiap tim berupaya mengumpulkan air sebanyak mungkin. Perolehan air diukur dalam mililiter untuk menentukan tim yang berhak melaju ke babak berikutnya.

Perlombaan berlangsung dalam tiga babak. Dari 20 tim yang mengikuti babak pertama, delapan tim berhasil melaju ke babak kedua, kemudian empat tim bersaing pada babak final.

Hasilnya, SDN Dadapan 2 berhasil meraih juara pertama dengan perolehan 10.100 mililiter air. Posisi kedua ditempati SDN Pandan 1 dengan 9.400 mililiter, sedangkan SDN Kabuaran 1 meraih juara ketiga dengan 8.980 mililiter.

Puput, salah satu peserta dari tim SD Plus Al-Ishlah yang terhenti pada babak kedua, mengatakan kegiatan tersebut tetap memberikan pengalaman menyenangkan bagi para peserta.

“Meski basah kuyup dan harus berkejaran dengan waktu, keceriaan dan semangat kebersamaan menjadi pemenang sejati dalam kegiatan ini. Ajang ini bukan sekadar tentang kalah atau menang, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi antarpendidik se-Kecamatan Grujugan,” ujarnya.

Sementara itu, Intan, peserta dari SDN Kabuaran 1 yang meraih juara ketiga, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan tersebut.

“Alhamdulillah, bisa dapat juara 3. Acaranya seru dan menyenangkan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, PC PGRI Kecamatan Grujugan berharap semangat kebersamaan dan kekompakan para guru semakin kuat. Peringatan HGN dan HUT PGRI ke-81 ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarguru sekaligus menghadirkan suasana gembira di tengah kesibukan menjalankan tugas pendidikan. (ries/yh)