Berawal dari Modal Terbatas, Nasabah KUR BRI Unit Manukan Surabaya Kembangkan Usaha Ayam Potong
SURABAYA, JATIMUPDATE.ID – Keterbatasan modal tidak menyurutkan langkah Erna Muji Rahayu untuk mengembangkan usaha penjualan ayam potong. Berawal dari usaha sederhana yang mengandalkan modal sendiri, Erna berupaya meningkatkan kapasitas bisnisnya melalui akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
Perjalanan tersebut menjadi gambaran upaya nasabah KUR naik kelas BRI Unit Manukan Surabaya dalam membangun usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Erna menjalankan usaha penjualan ayam potong pada pagi hari. Ia memilih bidang tersebut karena ayam potong merupakan kebutuhan pangan yang banyak dicari masyarakat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan warung makan dan pelaku usaha kuliner.
Pada masa awal merintis usaha, Erna menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaan stok. Modal yang terbatas membuatnya harus membatasi jumlah ayam yang dibeli, sementara permintaan pelanggan berpotensi meningkat.
Untuk menjaga usaha tetap berjalan, ia memanfaatkan hasil penjualan harian sebagai modal pembelian stok berikutnya. Keuntungan yang diperoleh tidak seluruhnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga karena sebagian harus diputar kembali agar kegiatan usaha dapat berlanjut.
Situasi tersebut membuat Erna menyadari bahwa pengembangan usaha membutuhkan pengelolaan modal yang lebih baik. Ia kemudian mencari informasi mengenai pembiayaan KUR BRI sebagai alternatif untuk mendukung kebutuhan modal kerja.
Keputusan mengajukan pembiayaan dilandasi keinginan menambah persediaan ayam, melayani lebih banyak pelanggan, dan meningkatkan kemampuan usaha. Meski sempat khawatir mengenai kewajiban angsuran, Erna berusaha memahami persyaratan serta memperhitungkan kemampuan keuangan sebelum memanfaatkan fasilitas pembiayaan.
Dalam prosesnya, pemahaman terhadap kebutuhan modal dan kewajiban pembayaran menjadi hal penting. Pendampingan Mantri BRI turut membantu memberikan penjelasan kepada pelaku usaha mengenai persyaratan pengajuan, penggunaan dana, dan pentingnya menyesuaikan pembiayaan dengan kemampuan bisnis.
Tambahan modal KUR kemudian diarahkan untuk mendukung kegiatan operasional, terutama menambah persediaan ayam potong. Dengan stok yang lebih memadai, Erna berharap dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih optimal dan menjaga kelancaran perputaran usaha.
Namun, perkembangan usaha tidak hanya bergantung pada tambahan modal. Erna juga terus berupaya memperbaiki cara mengelola bisnis, mulai dari memperhatikan pola permintaan pelanggan, menghitung biaya pembelian dan operasional, hingga memisahkan keuangan usaha dari kebutuhan pribadi.
Pencatatan pemasukan dan pengeluaran menjadi salah satu hal yang dinilainya penting. Melalui pengelolaan keuangan yang lebih tertib, kondisi usaha dapat dipantau dengan lebih jelas dan keputusan bisnis bisa dilakukan berdasarkan kebutuhan yang sebenarnya.
Bagi Erna, perjalanan nasabah KUR naik kelas BRI Unit Manukan Surabaya bukan semata-mata tentang memperoleh pembiayaan. Lebih dari itu, proses tersebut berkaitan dengan upaya membangun kedisiplinan, memperkuat pengelolaan usaha, dan meningkatkan kesiapan menghadapi peluang pasar.
Ia menilai usaha yang berkembang harus mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan penjualan, keuntungan, dan kemampuan membayar kewajiban. Besarnya omzet saja tidak cukup apabila tidak diikuti pengelolaan modal yang sehat.
Ke depan, Erna menargetkan peningkatan kapasitas penjualan harian dengan tetap memperhatikan kesegaran, kebersihan, dan kualitas ayam potong. Ia juga berencana memperluas jaringan pelanggan, terutama warung makan, pedagang, dan pelaku usaha kuliner di sekitar wilayah tempatnya berjualan.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan penghasilan yang lebih baik bagi keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar apabila kebutuhan operasional dan kemampuan keuangan usaha memungkinkan.
Erna juga mendorong pelaku UMKM yang masih memiliki keterbatasan modal agar tidak ragu mencari informasi mengenai pembiayaan resmi. Menurutnya, akses permodalan perlu disertai perencanaan yang matang, pemahaman terhadap kewajiban angsuran, dan penggunaan dana untuk kebutuhan produktif.
Ia mengingatkan pelaku usaha agar tidak terburu-buru mengambil pinjaman hanya karena ingin memperoleh dana dalam jumlah besar. Kebutuhan modal harus dihitung sesuai kondisi bisnis, sedangkan kemampuan membayar angsuran perlu dipertimbangkan agar tidak menambah beban keuangan keluarga.
Konsistensi, kejujuran, pelayanan yang baik, dan kedisiplinan mengelola keuangan menjadi prinsip yang terus dipegang Erna dalam menjalankan usahanya.
Melalui langkah bertahap tersebut, ia berharap usaha ayam potong yang dirintisnya dapat tumbuh semakin stabil, menjangkau lebih banyak pelanggan, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Editor : Yuris. T. Hidayat