Tak Berhenti di Apel, Hari Santri Nurul Jadid Berlanjut ke Layanan Kesehatan Desa

avatar Ponirin Mika
  • URL berhasil dicopy
Ponpes Nurul Jadid melakukan aksi sosial berupa layanan kesehatan bagi warga di Kantor Desa Karanganyar, Sabtu (24/10/2026) dalam rangka Hari Santri Nasional.
Ponpes Nurul Jadid melakukan aksi sosial berupa layanan kesehatan bagi warga di Kantor Desa Karanganyar, Sabtu (24/10/2026) dalam rangka Hari Santri Nasional.

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Setelah rangkaian Santri Talk, Munajat Santri, dan Apel Hari Santri, pesantren melanjutkan peringatan dengan aksi sosial berupa layanan kesehatan bagi warga di Kantor Desa Karanganyar, Sabtu (24/10/2026).

Layanan itu diselenggarakan Klinik Az-Zainiyah dalam bentuk Pengabdian Masyarakat Terpadu.

Kegiatan tersebut menargetkan 200 peserta, dengan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, konsultasi kesehatan, serta layanan kesehatan komplementer.

Sepekan sebelumnya, suasana Hari Santri di Nurul Jadid diisi kegiatan yang menguatkan nilai keilmuan, kebangsaan, dan spiritualitas santri. Santri Talk menjadi ruang santri untuk tampil dan berbagi gagasan.

Munajat Santri pada Rabu malam (21/10/2026) mengingatkan makna Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.

Dalam taujihatnya, Wakil Kepala Pesantren 1 Gus Mohammad Imdad Robbani menegaskan bahwa jihad akbar santri hari ini dimulai dari melawan hawa nafsu dan zona nyaman diri sendiri.

Rangkaian ini kemudian bermuara pada Apel Hari Santri dan penganugerahan Festival Santri pada Kamis (22/10/2026).

Direktur Klinik Az-Zainiyah, Gus Apt. Daniel Matin Abdalla Gashmal Vadaukas, menyampaikan bahwa momentum Hari Santri menjadi pengingat bahwa pengabdian santri dan pesantren tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan dakwah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap Klinik Az-Zainiyah semakin dikenal luas dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Meskipun berada di bawah naungan pesantren, pelayanan Klinik Az-Zainiyah tidak hanya diperuntukkan bagi santri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan klinik di lingkungan pesantren diharapkan menjadi jembatan layanan kesehatan bagi warga sekitar.

Melalui pendekatan promotif dan preventif, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala dan deteksi dini penyakit.

Klinik Az-Zainiyah berkomitmen mengembangkan pelayanan yang profesional, humanis, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ke depan, kolaborasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan berbagai pihak akan terus diperkuat agar kegiatan serupa menjangkau lebih banyak warga dan berdampak berkelanjutan.

“Nilai kepedulian, keikhlasan, dan pengabdian yang tumbuh dalam tradisi pesantren menjadi landasan untuk menghadirkan pelayanan yang bermanfaat bagi semua kalangan,” tuturnya.

Kegiatan ini menegaskan bahwa semangat Hari Santri tidak hanya hidup di panggung dan lapangan apel, tetapi juga hadir dalam aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. (pm/yh)