Delapan Bulan Tak Bisa Jualan PKL Waduk Unesa Ingin Jadi Tuan Rumah di Kota Sendiri

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Abah Dowan, dok Jatimupdate.id
Abah Dowan, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Perwakilan PKL Waduk Unesa Abah Dowan berharap pedagang dapat membuka lapaknya kembali usai delapan bulan dilarang berjualan Waduk Unesa.

Sebab kata Dowan sebagai warga Surabaya pedagang menginginkan menjadi tuan rumah menjalankan roda perekonomian secara mandiri.

"Kami berharap bisa jualan di sana. Kami menginginkan bisa menjadi tuan rumah di kota kami sendiri dalam mengakses mencari uang, mencari sebuah pekerjaan, kan begitu," tegas Dowan, beberapa waktu lalu, di kawasan Yos Sudarso.

Dowan mengaku PKL Waduk Unesa sudah berjualan selama 20 tahun.

Namun, saat direlokasi ke SWK malah tempat tersebut sepi pengunjung.

"Iya, tidak diperbolehkan jualan di situ. Sedangkan kami dipindahkan ke SWK, beberapa teman-teman juga merasakan sepi," beber Dowan 

Dowan memaparkan, pedagang berjualan di tempat tersebut karena Waduk sebagai salah satu ikon kota.

Pun tempat tongkrongan anak-anak muda karena memiliki nuansa berbeda.

"Kenapa sih kami jualan di situ sudah hampir 20 tahun lebih? Karena di situ ada ikon Waduk yang menjadi tempat tongkrongan anak-anak muda di sana," beber Dowan.

Dowan berharap pedagang di  dilakukan pembinaan sekaligus Waduk Unesa dijadikan destinasi wisata.

Sayangnya, beber Dowan PKL Waduk Unesa saat ini tidak diperbolehkan berjualan lagi.

"Tapi karena suatu aturan, kami tidak diberikan, tidak diperbolehkan jualan di sana," ucap Dowan.

Maka dari itu, Dowan berharap suara PKL Waduk Unesa dapat mengetuk sisi kemanusiaan pemangku kebijakan.

Sebab kata Dowan pedagang berjualan dilakukan secara mandiri tanpa bantuan pemerintah.

"Kami berharap mengetuk sisi kemanusiaannya, ini warga Surabaya. Kami mencari uang dengan modal sendiri, dengan usaha sendiri. Harapan kami, diberi ruang untuk bisa bekerja dari sisi kemanusiaannya," demikian Abah Dowan. (Roy/Yh).