Target Belanja Produk Dalam Negeri Pemprov Jatim Pada Tahun 2024 Tembus 90 Persen

Reporter : -
Target Belanja Produk Dalam Negeri Pemprov Jatim Pada Tahun 2024 Tembus 90 Persen
Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono saat memberikan sambutannya pada agenda Rapat Koordinasi dan Business Matching P3DN Provinsi Jawa Timur, di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (30/5/2024)

Surabaya, JatimUPdate.id,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus mendukung gerakan nasional bangga dengan produk buatan Indonesia melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono mengapresiasi capaian implementasi P3DN di Jawa Timur. “Pemenuhan P3DN kita sudah di atas 40%, kebijakannya, standarnya minimal 40%, kita sudah di 53% untuk tahun 2023 lalu. Dan sekarang sudah mulai bergerak, kemarin dari 11% menjadi sekarang 22%, dan terbaru saat ini menjadi 30,6%. Target kita kalau tahun 2023 ditutup pada kisaran 80%, kali ini kita ingin mencapai 90%. Di situ perbandingan antara yang direncanakan dengan yang dilaksanakan,” ujarnya.

Baca Juga: Jatim Peringkat Tiga Penghasil Migas Nasional

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Jatim kembali menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Business Matching P3DN di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (30/5/2024).

Kegiatan bertajuk “Wujudkan Kemandirian Industri Dalam Negeri Menuju Indonesia Emas” ini bertujuan untuk menguatkan komitmen belanja P3DN serta mempertemukan instansi pengguna produk dalam negeri dengan pelaku usaha industri dalam negeri. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari 64 perangkat daerah, 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan 16 pelaku industri yang telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Kegiatan dibuka oleh Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai tindak lanjut indikator pembangunan, khususnya penerapan P3DN yang menjadi fokus Pemprov Jatim dalam mendukung gerakan bangga buatan produk Indonesia.

“Terkait dengan makro ekonomi kita, walaupun ada sedikit penurunan dari 5,1% menjadi 4,81%, tetapi masih di atas nasional. Ini menunjukkan sektor ini bergerak dengan baik, apalagi kontribusi Jawa Timur masih di nomor dua untuk Indonesia, yakni sebesar 14,6% dan 25% se-Pulau Jawa. Jadi, tanpa Jawa Timur pertumbuhan ekonomi Indonesia itu berat,” jelas Adhy.

Baca Juga: Pj. Gubernur Jatim Minta Kepala Daerah Wujudkan Suasana Kondusif di Pilkada Serentak 2024

Lebih lanjut, Adhy menyebut sektor pengolahan sebagai penggerak utama perekonomian Jawa Timur. Berdasarkan catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag Jatim), sektor pengolahan berkontribusi sebesar 31,5%, disusul sektor perdagangan dan pertanian.

“Dengan investasi kita yang cukup besar dan nilai ekspor kita yang surplus sampai 54%, tentunya menunjukkan potensi produk dalam negeri ini bisa mendunia. Dalam ekonomi makro, kita ingin produk-produk Jawa Timur bisa mendunia, sehingga produk lokal harus kita lindungi dan fasilitasi dalam setiap pergerakannya,” tambahnya.

Adhy menegaskan pentingnya percepatan dalam implementasi P3DN, terutama terkait sistem pengadaan barang dan jasa. “Untuk APBD, yang kita lakukan pertama adalah secara teknis dulu, bahwa kita ada proses ketika input di sistem pengadaan, di biro pengadaan ini harus tertagging. Ini persoalan ketertiban saja, dalam mencatat, begitu di-tagging bahwa yang diadakan ini adalah barangnya produk dalam negeri, maka hal tersebut masuk presentasinya. Yang kedua, secara teknis perlindungan kepada industri, sertifikasi, dan peningkatan,” paparnya.

Baca Juga: Pj. Gubernur Jatim Resmikan Tanggul Sungai Mujur dan Jembatan Kloposawit

Produk luar negeri yang sulit dialihkan ke produk dalam negeri, seperti alat-alat kedokteran dan laboratorium, tetap menjadi tantangan. “Hal itu karena di Indonesia masih belum bisa diproduksi, apalagi standar internasional mewajibkan memakai alat-alat produk luar negeri itu, jadi masih ditoleransi. Sambil alih teknologi untuk bisa TKDN-nya bagus, kita lakukan langkah-langkah untuk sertifikasi yang lainnya,” ujarnya.

Adhy berharap, melalui kegiatan ini, produk-produk Jawa Timur dapat mendunia dan menguatkan posisi Jawa Timur dalam pelaksanaan P3DN antar provinsi di Indonesia. “Kegiatan ini merupakan upaya Pemprov Jatim terkait implementasi P3DN, supaya produk-produk dari Jawa Timur bisa mendunia,” pungkasnya.(YH/YC)

Editor : Yuris P Hidayat