Soal Tes Kesehatan Erji Tidak Dilakukan di Rumah Sakit Militer, Suprayitno Buka Suara
Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua KPU Surabaya Suprayitno buka suara terkait tes kesehatan cawali dan cawawali Eri Cahyadi - Armuji tidak dilakukan di rumah sakit militer.
Suprayitno berdalih jika rumah sakit militer mempunyai ketentuan masing-masing. Ia juga mengklaim dipihnya RSUD Soewandhie bukan karena konflik kepentingan.
Baca Juga: Ibaratkan Keping Mata Uang, Fathoni: Silaturahmi KPU ke Parpol Ciptakan Demokrasi Makin Berkualitas
"Di sisi lain selain merjuk pada rekomendasi, kami beri keyakninan sepenuhnya bahwa tim dokter itu juga dibatasi atau punya rambu tentang kode etik kedokteran. Saya rasa ini tidak ada masalah seperti itu," kata Suprayitno, Kamis (29/8)
Suprayitno menegaskan, dipihnya RSUD menyesuaikan dengan keputusan KPU RI Nomor 1090 tentang pedoman teknis pemeriksaan tes kesehatan.
"Pada pedoman teknis tersebut, terdapat kalusa KPU kabupaten/kota diminta koordinasi sekaligus meminta rekomendasi kepada dinas kesehatan (Dinkes) setempat." ketusnya.
Baca Juga: Audensi Bersama PDIP, KPU Surabaya: Urusan Dapil Masih Jauh
Suprayitno mengklaim, KPU Surabaya sebelumnya sudah koordinasi dengan Dinkes Surabaya hingga akhirnya terbitlah rekomendasi.
"Dimana pada rekomendasi tersebut menyebutkan rumah sakit dr M. Soewandhie Surabaya sebagai pelaksana pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Surabaya," ujarnya.
Baca Juga: Desk Monitoring dan Data Kependudukan Tidak Logis Desakan Pemekaran Dapil Surabaya Mencuat
Kendati begitu, Suprayitno juga memastikan, pemeriksaan kesehatan melalui tahapan prosedur sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan KPU RI.
"Kita tegaskan, rujukan kita pedoman teknis dimana kita diminta meminta rekomendasi dari Dinkes. Ketika dinkes merekomendasikan rumah sakit ini (RSUD Soewandhie) ya sudah," demikian Suprayitno. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat