Syekh Jamal Al-Daqqaq Al-Azhari Bahas Pentingnya Ilmu Kalam dalam Seminar Internasional

Reporter : Ponirin Mika
Seminar Internasional PP. Nurul Jadid menghadirkan Guru Besar Universitas Al-Azhar, Syekh Jamal Jibril Al-Daqqaq Al-Azhari.

 

Probolinggo, JatimUPdate.id : Seminar Internasional yang digelar pada Selasa, (21/01/2025), dalam rangkaian Muktamar di Aula 1 PP. Nurul Jadid, hadir Guru Besar Universitas Al-Azhar, Syekh Jamal Jibril Al-Daqqaq Al-Azhari.

Baca juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual

Seminar bertema Pentingnya Pengkajian Ilmu Kalam Sebagai Pembasisan Akidah Bagi Mahasantri Ma’had Aly ini menghadirkan diskusi mendalam tentang dasar akidah umat Islam.

Syekh Jamal menjelaskan bahwa Ilmu Kalam memegang peranan penting sebagai landasan dalam memahami sifat Allah dan pokok ajaran agama Islam.

Beliau menekankan bahwa pengkajian Ilmu Kalam tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan akidah dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. "Ilmu Kalam adalah pilar utama dalam menjaga kemurnian akidah," ungkapnya.

Selain itu, Syekh Jamal juga menyoroti pentingnya peran mahasantri dalam memperdalam Ilmu Kalam di Ma’had Aly, mengingat kedalaman ilmu ini yang sangat berguna untuk memperkuat keyakinan serta mempertegas dasar-dasar akidah Islam.

Dalam seminar ini, ia juga menyampaikan sejarah dan perjalanan panjang para ulama dalam pengembangan Ilmu Kalam.

Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan teoretis, tetapi juga mengajak peserta untuk merenung tentang pentingnya keilmuan dalam menjaga kesatuan dan keteguhan akidah umat Islam, terlebih di era modern ini yang penuh dengan tantangan dan pergeseran pemikiran.

Syekh Jamal juga menyampaikan bahwa dalam memahami Ilmu Kalam, penting untuk mengajarkan kepada santri dan generasi muda untuk berpikir kritis dan rasional, sehingga mereka dapat memahami ajaran Islam secara mendalam dan tidak terjebak dalam pemikiran yang keliru.

“Ilmu Kalam mengajarkan kita untuk tidak menerima begitu saja suatu ajaran tanpa mempertanyakan dan mendalaminya,” ujarnya.

Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup

Beliau menekankan bahwa proses berpikir kritis ini sangat diperlukan dalam menghadapi perkembangan zaman yang seringkali membawa berbagai tantangan terhadap akidah umat Islam.

Lebih lanjut, Syekh Jamal menekankan pentingnya akal dalam memahami wahyu. Menurutnya, akal adalah alat yang diberikan oleh Allah untuk memahami petunjuk-Nya, termasuk dalam hal akidah dan ajaran agama.

“Akal adalah jalan untuk memahami wahyu. Tanpa akal, wahyu tidak akan bisa dimengerti dengan baik,” tambahnya.

Pernyataan ini mengundang banyak perhatian dari peserta seminar yang merasa bahwa pendekatan rasional dalam beragama sangat penting untuk mempertahankan akidah yang benar.

Selain itu, Syekh Jamal juga membahas pentingnya menjaga kesatuan umat Islam meskipun ada perbedaan mazhab dan pemikiran dalam Ilmu Kalam.

Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid

Ia menjelaskan bahwa perbedaan tersebut seharusnya dilihat sebagai kekayaan intelektual, bukan sebagai sumber perpecahan.

“Kita harus saling menghargai perbedaan dalam mazhab dan pandangan keagamaan, karena itulah yang membentuk keragaman dalam tubuh umat Islam yang kaya akan pemikiran dan perspektif,” katanya.

Di akhir seminar, Syekh Jamal memberi motivasi kepada para peserta untuk terus memperdalam Ilmu Kalam dan menjadikannya sebagai landasan kuat dalam menjaga keutuhan akidah Islam.

“Kalian adalah generasi yang akan meneruskan amanah untuk menjaga dan mengajarkan akidah yang benar kepada umat Islam. Pelajarilah Ilmu Kalam dengan tekun dan jadikan itu sebagai bekal untuk menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.

Seminar ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang penuh antusiasme, di mana para peserta mengajukan pertanyaan yang beragam, menunjukkan ketertarikan mereka yang mendalam terhadap topik yang dibahas. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru