Surabaya, JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya Arif Fathoni mengkritisi rencana dana zakat yang akan digunakan untuk makan bergizi gratis (MBG).
Menurutnya, Zakat merupakan kedermawanan masyarakat yang ingin membagikan rezekinya kepada orang lain.
Baca juga: Komisi B Desak Pemkot Surabaya Tertibkan Spa dan Sauna Plus-Plus, Jangan Cuma Diskotek
"Jadi saya pikir zakat itu kan soal kedermawanan seseorang untuk membagi sebagian rezekinya kepada orang lain," kata Fathoni, Minggu (26/1).
Fathoni menegaskan, MBG merupakan proyeksi jangka panjang pemerintah untuk membangun SDM generasi emas Indonesia.
Maka dari itu, bila dana zakat digunakan untuk MBG diagangap tidak relevan.
Baca juga: Fathoni Lemahnya Pengawasan Perusahaan Penyalur ART Relasi Industrial Akan Rusak
"Program MBG upaya negara untuk membangun SDM jangka panjang. Jadi saya pikir tidak relevan uang zakat digunakan mendukung program MBG. Karena ini program baru untuk kepentingan jangka panjang bangsa Indonesia," tutur Fathoni.
Ketua DPD Partai Golkar itu meyakini, dana APBN hingga APBD kabupaten/kota mampu membiayai program MBG tanpa harus mengulik dana zakat.
Baca juga: Reses Aning Rahmawati Soroti Pengangguran hingga BPJS Nonaktif
Pasalnya, tegas Fathoni zakat merupakan hubungan manusia dengan sang pencipta serta hubungan antar sesama makhluk Nya.
"Saya pikir APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten kota masih bisa menghandle itu tanpa melibatkan para pemberi zakat. Dan zakat itu soal individh, hablum minallah, hablum minannas. Jadi tidak relevan menurut saya kalau itu digunakan MBG," demikian Arif Fathoni. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat