Sidoarjo, JatimUPdate.id - Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo. Wilayah yang paling terdampak adalah Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian dan Desa Pesawahan, Kecamatan Porong.
Baca juga: KAI Daop 8 Hadirkan Rail Clinic dan Rail Library, Layani 500 Warga Gresik-Sidoarjo
Sungai Kalimas yang melintasi Desa Barengkrajan tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga mengakibatkan luberan air yang membanjiri pemukiman warga. Dusun Badas, Desa Barengkrajan, tercatat sebagai daerah yang paling parah terdampak, dengan ketinggian air mencapai 90 cm. Sementara itu, di Desa Pesawahan, ketinggian air juga mencapai lutut orang dewasa.
Sebagai respons atas bencana ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah membuka Posko Siaga Banjir dan mendirikan tenda pengungsi di lokasi terdampak. Selain itu, dapur umum juga telah dibuka untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi warga yang terdampak banjir.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, bersama dengan Ketua TP PKK Sidoarjo, Sriatun Subandi, melakukan sidak ke lokasi banjir untuk memantau langsung kondisi di lapangan.
Baca juga: Warga Soroti Transparansi Pengelolaan TPST Sidokerto, Pertanyakan Dana Retribusi Sampah
Dalam kunjungannya, Wabup Mimik Idayana mengungkapkan pentingnya penanganan cepat terhadap kondisi darurat ini. Penanganan banjir harus dilakukan sebaik dan secepat mungkin.
"Kesehatan dan kebutuhan pangan warga harus menjadi prioritas utama," tegas Wabup Mimik Idayana, Rabu (26/2)
Dalam kesempatan itu, Mimik Idayana juga menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jatim untuk meminta bantuan pompa portable guna mengurangi debit air di Desa Barengkrajan.
Baca juga: Bupati Sidoarjo Kumpulkan Kades Candi-Tanggulangin, Bahas Banjir hingga Perbaikan Jalan
Sementara itu, Ketua TP PKK Sidoarjo, Sriatun Subandi, juga mengunjungi warga di Desa Pesawahan dan menghimbau agar mereka segera memeriksakan diri ke Puskesmas jika merasakan gangguan kesehatan akibat banjir. Ia juga menyampaikan akan berkoordinasi dengan BPBD Sidoarjo untuk segera mengurangi volume air di desa tersebut.
"Jika ada gangguan kesehatan, segera periksakan diri ke Puskesmas. Jika dalam keadaan darurat, silakan hubungi kelurahan untuk mendapatkan bantuan," ujar Sriatun Subandi.(ih)
Editor : Miftahul Rachman