Wujud Konsistensi Gepal Untuk Selalu Peduli Sesama

Reporter : Redaksi
Pengurus Gepal ( Gerakan Penolak Lupa) Gresik sedang melakukan aksi sosial Bagi-Bagi Sahur (Sahur on the Road).

 

Gresik, JatimUPdate.id : Ditengah gelombang PHK yang terjadi belakangan ini, belum lagi sulitnya mencari kerja di kota industri serta masih mahalnya biaya pendidikan, menginisiasi Gerakan Penolak Lupa (Gepal) untuk sedikit meringankan beban masyarakat.

Baca juga: GEPAL Gelar Kegiatan Refleksi dan Kajian Kritis Kesaktian Pancasila Serta Fun Mubes Menuju Sewindu Gepal

Langkah ini dilakukan dengan kegiatan Bagi-Bagi Sahur (Sahur on the Road) yang dilaksanakan setiap satu Minggu sekali selama bulan suci Ramadhan 1446 H.

Hal ini ditutup dengan bagi-bagi takjil berkarakter ke-6 dan buka bersama lintas organisasi yang akan dilaksanakan pada minggu ke-4 tepatnya pada 23 Maret 2024.

Lebih jauh berbagi sahur ke-3 ini merupakan Gerakan Penolak Lupa (Gepal) membagikan 100 paket nasi lengkap dengan air mineralnya, yang menyisir para pekerja pabrik serta pengguna jalan.

Menurut Muslimin, Sekjend Gepal menyatakan, bahwa kegiatan ini selain menjadi rutinitas organisasinya untuk senantiasa menghormati bulan suci ramadhan juga sebagai wujud membangun nalar kritis kepada masyarakat.

"Hal ini dilakukan agar senantiasa memiliki jiwa kepedulian di tengah-tengah kondisi saat ini, tetap berbagi di tengah kondisi ekonomi saat ini, dimana penganguran terbuka masih tinggi," kata Muslimin.

Lebih jauh Muslimin menyatakan saat ini terpampang kondisi mahalnya biaya pendidikan, masih minimnya layanan infra struktur yang memadai.

"Ini masih ditambah dengan carut marutnya penataan PKL serta minimnya perlindungan hukum terhadap pengelolaan parkir di Kabupaten Gresik saat ini," tegas Muslimin.

Baca juga: Tragedi Demonstrasi di Jakarta, GEPAL Gresik Gelar Aksi Solidaritas dan Desak Pengusutan

Lebih dalam Muslimin mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mengsuport kegiatan Gepal ini.

Di kesempatan yang sama Abdul Wahab selaku Ketua Umum Gepal memberikan pernyataan “Bagi-bagi sahur ini sudah di laksanakan selama 3 kali dalam setiap Minggu, dimana pada minggu pertama kita membagikan 100 paket, di minggu ke-2 kita membagikan 300 paket dan minggu ke-3 saat ini kita membagikan 100 paket. Untuk bagi-bagi takjilnya target kita 1000 paket,” kata inisiator bagi-bagi takjil dan makan sahur ini.

Pria yang akrab disapa Gus Wahab itu menjelaskan bahwa selain wujud solidaritas, bagi-bagi takjil dan makan sahur ini sebagai bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang menjalankan aktivitas sekaligus mempererat ikatan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Tujuan utamanya selain siar di bulan suci ramadhan, hal ini juga sebagai salah satu bentuk kepedulian kita di tengah kondisi serba sulit saat ini dengan sedikit berbagi terhadap sesama, dengan tetap memberikan edukasi kepada masyarakat umum terkait persoalan yang ada di Kabupaten Gresik,”  ungkap dia.

Baca juga: Resin Recycle Project KKN UMG, Edukasi Kreatif untuk Generasi Muda

Lebih jauh dia mengatakan seperti mulai masih tingginya Angka pengangguran terbuka, mahalnya biaya pendidikan, minimnya layanan infrastruktur publik yang memadai.

"Termasuk minimnya ruang publik dan ruang terbuka hijau, carut marutnya penataan PKL serta penataan parkir dan perlindungan hukum atas pengelolaan parkir.” imbuhnya.

Menurutnya, aksi bagi-bagi takjil dan makan sahur ini mencerminkan semangat gotong-royong dan kebersamaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia.

“Semoga kegiatan ini dapat terus dilakukan di bulan Ramadhan, sebagai wujud nyata dari kepedulian sosial serta upaya memperkuat tali persaudaraan,” pungkasnya. (anang firdaus/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru