Progres Sekolah Rakyat Gresik Tembus 27 Persen, Ditargetkan Beroperasi Tahun Ajaran 2026/2027

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, saat melakukan jumpa pers soal sekolah rakyat.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, saat melakukan jumpa pers soal sekolah rakyat.

 

Gresik, JatimUPdate.id - Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Gresik terus dikebut sebagai upaya strategis di sektor pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

Hingga awal April 2026, progres pembangunan fisik gedung permanen yang berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, telah mencapai 27,36 persen sejak dimulai pada Desember 2025.

Sekolah yang dibangun di atas lahan lebih dari 5 hektare dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi ini diproyeksikan menjadi model percontohan nasional.

Program ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendekatan pendidikan terintegrasi yang menyasar anak dan keluarganya sekaligus.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyampaikan optimisme bahwa proyek tersebut dapat rampung sesuai target. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Gresik telah menyiapkan dukungan penuh, baik dari sisi anggaran tahun 2026 maupun sistem pendukung lainnya.

“Mohon doa dan dukungannya, semoga pembangunan gedung SR permanen ini bisa terlaksana sesuai target sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Ini adalah komitmen nyata pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan yang layak,” ujar Alif, Sabtu (4/4/2026).

Apresiasi juga datang dari Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Ia menilai konsep Sekolah Rakyat di Gresik sangat komprehensif karena tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.

“Sekolah Rakyat ini merupakan miniatur pengentasan kemiskinan. Tidak hanya anaknya yang sekolah, tetapi orang tuanya juga akan mendapatkan berbagai program intervensi,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Ia menjelaskan, siswa yang akan diterima di sekolah ini berasal dari keluarga Desil 1 dan 2 atau kelompok masyarakat paling membutuhkan. Selain memperoleh pendidikan gratis, keluarga siswa juga akan mendapatkan berbagai bantuan, mulai dari bantuan sosial, jaminan kesehatan melalui PBI, hingga program perbaikan rumah tidak layak huni.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa proses rekrutmen peserta didik dilakukan secara ketat melalui sistem penjangkauan langsung. Petugas akan turun ke lapangan untuk memastikan calon siswa benar-benar berasal dari keluarga yang memenuhi kriteria.

“Tidak boleh ada sogokan, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada suap. Ini benar-benar untuk mereka yang layak. Pendamping PKH, pemerintah daerah, dan BPS akan turun langsung untuk memastikan kondisi riil di lapangan,” tegasnya.(ih/yh)

Pewarta Zainal Abidin