STMJ Bang Taufik, Cita Rasa Khas Timur Tengah, Resep Tradisi Terjaga Hingga Generasi Ketiga
Gresik, JatimUPdate.id - Pagi ini Senin (30/03/2026) saat melintasi jalan protokol Panglima Sudirman Gresik, sebelum Lampu Lalu Lintas Gedung GNI, ada kuliner yang menyajikan suguhan minuman dan makanan khas timur tengah, STMJ Bang Taufik, begitu brand - tittle yang dipublikasikan.
STMJ (Susu Telor Madu Jahe) Bang Taufik ini merupakan pengembangan usaha keluarga yang dirintis oleh Bang Amak, kakek dari Mohammd Wildan, pemuda asli Gresik, bermukim di kawasan Kampung Arab, Desa Gapuro Sukolilo, Kecamatan Gresik.
"STMJ ini warisan keluarga dari Kakek bernama Ahmad tapi dikenal oleh masyarakat bernama Bang Amak. Beliau mulai berusaha kuliner STMJ dan makanan timur tengah sejak 1980 di kawasan Alon-Alon Kota Gresik," kata Wildan sambil menyuguhkan STMJ Susu Kambing kepada kru JatimUPdate.id pada Senin pagi (30/3/2026).
Wildan mulai menceritakan bahwa kuliner yang kini ditanganinya itu merupakan pengembangan usaha rintisan kakek yang kini telah diteruskan oleh ayahandanya dengan berbagai menu dan sudah cukup dikenal publik Gresik itu.
"Pasca Kakek, usaha STMJ ini dilanjutkan oleh ayahanda dan mulai diberi nama branding STMJ Bang Taufik itu. Usaha di jalan Pangsud [Panglima Sudirman] ini brandingnya sama STMJ Bang Taufik juga, alhamdulillah ini sudah berjalan dua tahun," kata Wildan.
Secara khusus Wildan menyampaikan bahwa usaha kuliner minuman dan makanan timur tengah ini di Gresik pangsa pasarnya relatif bagus dan prospektif.
"Saat pertama kali buka 2 tahun lalu, yang disajikan sekitar 5 liter susu sapi, alhamdulillah saat ini bisa menghabiskan 10 liter susu sapi, susu kambingnya sekitar 1-1,5 liter," ungkap Wildan berusia 29 tahun itu bangga sebagai enterpreneur mandiri itu.
Wildan menyatakan bahwa usaha STMJ Bang Taufik yang dikelola ayahandanya yang berlokasi di seputar Alon-Alon itu sudah sangat maju, sehingga dirinya merasa tertarik untuk ikut merintis dengan terlibat dalam pengembangan usaha tersebut.
"Kalau STMJ Bang Taufik di Alon-Alon bisa menghabiskan susu sapi 30 liter, susu kambing 5-10 liter. Belum roti mariam 50 piece. Untuk roti mariam di Pangsud habis 5-10 piece, alhamdulillah hari ini sudah habis juga," ujar Wildan.
Secara khusus Wildan menjelaskan bila usaha STMJ nya ini dibuka setiap hari sejak pukup 05.15 hingga 08.30.
"Kalau yang di Alon-Alon bukanya habis Subuh sekitar jam 05.00 hingga 09.00 sudah tutup. Alhamdulillah omset usaha semakin hari semakin bertambah ramai," ujar Wildan. (za/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat