Surabaya-Sidoarjo-Gresik-Mojokerto Bakal Dilayani KRL
Pemprov Jatim Prioritaskan 3 Proyek Infrastruktur 2026–2027: Pansela, Kali Lamong, hingga Kereta Listrik
Surabaya, JatimUPdate.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan layanan publik dan konektivitas wilayah.
Pada periode 2026–2027, terdapat tiga proyek besar infrastruktur yang menjadi prioritas utama, yakni pembangunan jalan Jalur Pantai Selatan (Pansela), pengendalian banjir Kali Lamong, serta transformasi transportasi massal berbasis rel alias Kereta Rel Listrik (KRL)
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin, menjelaskan bahwa ketiga proyek tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Proyek pertama yang menjadi perhatian utama adalah penyelesaian pembangunan Jalur Pantai Selatan (Pansela).
Jalan strategis ini direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 1.546 kilometer, menghubungkan wilayah pesisir mulai dari Banten hingga ujung timur Jawa Timur.
“Pansela ini nantinya menjadi jalur alternatif untuk mudik dan wisata. Selain itu, juga berfungsi sebagai jalur arteri yang dapat mendongkrak ekonomi daerah-daerah pesisir, dengan panorama Samudera Hindia dan perbukitan yang indah,” ujar Yasin, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan, pembangunan Pansela dilakukan melalui skema kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota.
Terkait pembebasan lahan yang masih tersisa di beberapa titik, Yasin memastikan prosesnya akan diselesaikan secara gotong royong lintas pemerintahan.
Selain itu, proyek besar kedua adalah penanganan banjir Kali Lamong yang direncanakan mulai dianggarkan pada 2027.
Proyek ini dinilai krusial karena memiliki fungsi vital dalam mengatasi banjir yang hampir terjadi setiap tahun di kawasan terdampak.
“Penanganan Kali Lamong ini penting sebagai langkah antisipasi sekaligus solusi permanen. Anggarannya nanti akan dialokasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum,” jelasnya.
Sementara itu, di sektor transportasi, Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan transformasi massal berbasis rel dengan pembangunan kereta listrik.
Rute awal akan menghubungkan Stasiun Gubeng, Wonokromo hingga Sidoarjo. Ke depan, jalur ini direncanakan diperluas hingga Gresik dan Mojokerto, dengan dukungan pembiayaan dari Jerman.
“Kita akan membangun rel kereta listrik. Pembiayaannya berasal dari pinjaman luar negeri dengan skema berbeda sesuai rute, termasuk dukungan dari Jerman,” ungkap Yasin.
Selain itu, terdapat rencana pengembangan koridor lain yang menghubungkan kawasan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan Universitas Negeri Surabaya. Proyek ini akan didukung pendanaan dari Inggris.
“Untuk transformasi transportasi publik ini, komitmennya sudah ditegaskan. Ini menjadi terobosan besar dalam mempermudah mobilitas masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat