Adi Sutarwijono Dicopot Suara PDIP Bisa Terjun Bebas di Pemilu 2029

Reporter : Ibrahim
Adi Sutarwijono (kiri) dok Jatimupdate.id/istimewa

Surabaya,JatimUPdate.id - Pencopotan Adi Sutarwijono dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya menuai sorotan tajam. 

Dosen Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ken Bimo Sultoni, menyebut langkah ini bisa berakibat fatal bagi perolehan suara PDIP di Pemilu 2029.

Baca juga: Armuji Bantah PAW Ketua DPRD Surabaya Mengerucut Tiga Nama: “Jare Sopo?”

"Kalau tidak ditanggulangi dengan baik dan hanya dianggap angin lalu, eksesnya pasti muncul. Bisa cepat, bisa lambat. Tapi pasti ada," kata Ken Bimo, Senin (5/5).

Ia menyebut potensi penurunan suara sangat mungkin terjadi. Bahkan, bukan tidak mungkin PDIP hanya akan memperoleh tujuh kursi, atau lebih sedikit, di DPRD Surabaya pada pemilu mendatang.

"Probabilitas naik-turunnya suara partai atas keputusan politik DPP atau DPD itu sangat mungkin terjadi. Ini bukan hanya kemungkinan kecil," tegasnya.

Kendati begitu, ia mengakui PDIP selama ini punya fondasi politik yang kuat di kota Surabaya. 

Baca juga: Penghormatan Terakhir: Eri Cahyadi dan Pimpinan DPRD Lepas Kepergian Adi Sutarwijono

Namun, beber dia semuanya bergantung pada respons elite partai dalam menangani gejolak internal.

"Kalau PDIP punya escape plan dan kontinjensi yang jelas, dampaknya mungkin bisa diredam. Tapi kalau pola komunikasi elit masih eksklusif, ya bisa jadi bumerang," katanya.

Maa dari itu, ia mengingatkan, PDIP yang dikenal sebagai partai inklusif dan merakyat elitnya jangan bersikap tertutup.

Baca juga: Fraksi PDIP-PAN dan Pimpinan DPRD Berduka atas Wafatnya Adi Sutarwijono

Sebab papar dia, itu sangat bertentangan dengan citra yang selama ini dibangun.

"Harus ada langkah serius dari DPP dan DPD untuk menjaga kepercayaan masyarakat, terutama akar rumput yang selama ini loyal," demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru