Cegah Stunting, BKKBN Luncurkan GATI: Libatkan Ayah dan Ibu Cetak Generasi Emas

Reporter : Miftahul Rachman
Arzetty disela-sela peluncuran GATI berinteraksi dengan anak-anak, dok BKKBN

Surabaya,JatimUPdate.id – BKKBN meluncurkan program baru bertajuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Indonesia (GATI) dalam agenda Sosialisasi Program Bangga Kencana di Surabaya. GATI mengusung konsep keterlibatan aktif ayah dan ibu dalam pengasuhan anak, demi menekan angka stunting menuju target ideal WHO di bawah 20 persen.

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menyebut peran ayah sama pentingnya dengan ibu.

Baca juga: Tingkatkan Deteksi Dini, Kecamatan Kepanjen Gelar Bimtek Aplikasi E-HDW Stunting bagi Kader

"Seorang ibu memang hebat, tapi generasi kuat tidak cukup hanya dengan peran ibu. Butuh sinergi ayah dan ibu, karena stunting bukan hanya soal gizi, ini tentang masa depan anak-anak kita," tegasnya, Senin (19/5).

Arzeti juga mengapresiasi Kota Surabaya atas komitmen menyiapkan Kader Surabaya Hebat sebagai garda terdepan cegah stunting.

“Mereka turun sampai ke RT/RW dan jadi pelopor penurunan stunting. Surabaya kalau soal terobosan itu paling komitmen,” ungkapnya.

Perwakilan BKKBN Jatim, Aninda Rose Novila, menegaskan pentingnya figur ayah dalam tumbuh kembang anak.

Baca juga: Pemkab Tuban Gelar FGD, Upaya Penurunan Kemiskinan

“Kehadiran ayah sangat penting. Ayah adalah role model pertama bagi anak, pelindung utama, dan kekuatan yang dibutuhkan anak sejak usia dini.”

BKKBN juga menyiapkan program Nutrisi Gratis untuk bayi hingga usia dua tahun dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Ini bukan sekadar program, ini adalah investasi negara untuk masa depan yang tak bisa ditunda,” ucap Ratna Juwita Razak, Humas BKKBN Pusat.

Baca juga: KPM Singosari Diperkuat, Data e-HDW Kini Lebih Akurat untuk Tekan Angka Stunting

Data menunjukkan, prevalensi stunting Indonesia terus menurun dari 37,2 persen (2013) menjadi 30,8 persen (2018), dan ditargetkan 19,4 persen pada 2025. Namun, kerja masih panjang.

“Prevalensi stunting kita menurun bahkan di tengah pandemi. Lewat program-program baru ini, kita pastikan target WHO bukan mimpi, tapi keniscayaan,”demikian Ratna. (Roy)

Editor : Ibrahim

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru