Desa Bisa Kaya Sendiri! Menteri Yandri Dorong Produksi Lokal untuk Makan Bergizi Gratis

Reporter : Shofa
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dalam acara Sharing Knowledge Desa Berketahanan Pangan dan Iklim yang digelar di Jakarta, Selasa (10/6).

Jakarta, JatimUPdate.id - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyerukan pentingnya kemandirian pangan desa dalam acara Sharing Knowledge Desa Berketahanan Pangan dan Iklim yang digelar di Jakarta, Selasa (10/6). Yandri menekankan bahwa dana desa harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan lokal sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

“Kalau desanya bagus padi, tanam padi. Bagus jagung, tanam jagung. Kalau unggul di ayam petelur, ya fokus di sana. Jangan sampai desa cuma jadi penonton,” tegasnya.

Baca juga: Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba

Pernyataan ini sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan pangan yang terintegrasi dengan program makan bergizi gratis. Yandri menjelaskan bahwa hasil produksi desa dapat menjadi sumber bahan baku makanan bergizi gratis, yang kini menjadi program prioritas pemerintah.

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih juga disebut sebagai peluang besar untuk menghidupkan siklus ekonomi lokal.

“Koperasi bisa jadi pengumpul hasil panen atau produksi desa, lalu dijual kembali. Artinya, ekonomi desa bisa berputar dari A sampai Z tanpa harus keluar dari desa,” tambahnya.

Baca juga: JKSN - Pergunu Perkuat Persatuan Pendidikan, Menteri Desa Soroti Lonjakan Desa Ekspor hingga Rp0,5 T

Menteri Yandri juga menyoroti beberapa desa yang berhasil memanfaatkan potensi lokal secara maksimal. Contohnya, Desa Cibiru Wetan, Bandung, Jawa Barat, yang mempraktikkan siklus ekonomi sirkular. Sisa makanan dijadikan pakan maggot, maggot untuk ayam petelur, dan telur menjadi sumber protein warga. Semuanya dikelola di desa itu sendiri.

“Itu baru satu contoh. Belum lagi Desa di Gianyar, Bali, yang tadinya gersang kini hijau dan produktif. Ini bukti bahwa dengan inovasi, desa bisa menghadapi perubahan iklim sekaligus menyejahterakan warganya,” jelas Yandri.

Ia menegaskan bahwa dana desa bukan sekadar anggaran pembangunan fisik, tapi juga modal kedaulatan pangan dan ekonomi lokal. Ia berharap kepala desa dan warga bisa menjadi pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat.

Baca juga: Menteri Desa Dijadwalkan Hadiri Acara Silaturahmi Alim Ulama dan Rakernas di Ponpes Amanatul Ummah Surabaya

“Jangan sampai makan bergizi di desa, tapi beras, ikan, cabe semua dari luar. Padahal uang berputar besar dari program itu,” pungkasnya.

Yandri menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh desa di Indonesia untuk belajar dari praktik-praktik baik dan mulai membangun ketahanan dari rumah sendiri (*)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru