Rencananya Jaringan Kereta Api di Pulau Kalimantan sepanjang 2.772 km
DPRD Kalteng Minta Kepastian Realisasi Proyek Kereta Api Trans Kalimantan
Palangkaraya, JatimUPdate.id, – DPRD Kalimantan Tengah meminta pemerintah pusat segera memberikan kepastian terkait realisasi proyek Kereta Api Trans Kalimantan yang direncanakan terhubung hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, mengatakan masyarakat telah lama menantikan pembangunan jalur kereta api tersebut karena dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas antardaerah di Pulau Kalimantan.
“Kami menyambut baik rencana ini karena memang sudah lama diharapkan masyarakat. Namun yang terpenting adalah kepastian realisasinya,” kata Junaidi di Palangka Raya, seperti dikutip Antara.
Menurut dia, jalur kereta api lintas Kalimantan akan menjadi penghubung strategis antara Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, hingga kawasan IKN.
Kebutuhan konektivitas di Kalimantan, kata Junaidi, semakin meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah baru, termasuk di sekitar IKN.
“Jangan sampai hanya menjadi rencana. Harapan kami ini benar-benar terwujud karena kebutuhan konektivitas di Kalimantan sangat besar,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan kereta api akan mempercepat distribusi barang dan mobilitas masyarakat yang selama ini masih bergantung pada transportasi darat dan jalur sungai.
Selain itu, pembangunan jalur kereta api diyakini dapat membuka akses ke sejumlah wilayah yang selama ini masih terbatas.
“Tentunya hal ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan terbukanya akses wilayah yang selama ini masih terbatas,” katanya.
Junaidi mengatakan harapan terhadap proyek tersebut juga datang dari masyarakat di daerah pedalaman yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi serta tingginya biaya distribusi kebutuhan pokok.
Menurut dia, kebutuhan lahan untuk pembangunan proyek diyakini dapat diatasi melalui skema yang disiapkan pemerintah, termasuk mekanisme kompensasi bagi masyarakat terdampak.
“Untuk lahan pasti ada skema yang disiapkan, termasuk kompensasi. Tinggal bagaimana teknisnya nanti diatur,” ujarnya.
Meski demikian, DPRD Kalimantan Tengah mengaku hingga saat ini belum menerima informasi resmi mengenai tahapan pembangunan proyek tersebut.
“Kami belum menerima pemberitahuan resmi. Sejauh ini masih sebatas wacana di tingkat pusat, sehingga kami berharap segera ada kejelasan,” katanya.
Ia berharap proyek strategis nasional tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan.
“Harapan kami ini benar-benar direalisasikan, bukan sekadar rencana tanpa tindak lanjut,” tegasnya.
Pemerintah saat ini merencanakan pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan sepanjang 2.772 kilometer sebagai bagian dari pengembangan jaringan perkeretaapian nasional hingga tahun 2045.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, sebelumnya mengatakan rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih dalam tahap perhitungan dan penyusunan lintas kementerian.
“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” ujar AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Jakarta.
Pemerintah juga berencana membentuk komite khusus yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas).
Rencana pembangunan Kereta Api Trans Kalimantan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Kalimantan sekaligus mendukung pengembangan kawasan IKN dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di masa mendatang. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat