Dari Pendopo ke Pusat: Ikhtiar Bupati Bondowoso Menjemput Asa Infrastruktur

Reporter : M Aris Effendi
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menerima kunjungan Anggota DPR RI Komisi V Dari Fraksi Golkar Ali Mufti yang juga baru saja menjabat Ketua DPD Golkar Jatim di pendopo Kabupaten Bondowoso.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, - Di balik tenangnya hari Rabu itu (18/6/2025), Pendopo Raden Bagus Assra berubah menjadi panggung strategis.

Baca juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

Deretan mobil berpelat merah dari Jakarta terparkir rapi, pertanda ada agenda serius yang tengah berlangsung. Bukan sekadar kunjungan, tapi ikhtiar menyambung urat nadi pembangunan daerah.

Di tengah kesibukannya, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyambut tamu penting, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si. Anggota Komisi V sekaligus anggota Badan Anggaran DPR RI.

Kunjungan ini bukan basa-basi politik. Ali Mufthi datang membawa jajaran kepala balai strategis dari Kementerian PUPR, sebuah sinyal bahwa pusat benar-benar mendengar.

Infrastruktur, Tapi Bukan Sekadar Beton dan Aspal

Bagi Bupati Hamid, membangun infrastruktur bukan sekadar soal proyek atau anggaran. “Kami ingin menghubungkan wilayah, membuka akses desa-desa, dan menumbuhkan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat membuka forum pemaparan.

Di hadapan Ali Mufthi dan perwakilan BBPJN Jawa–Bali, BBWS Brantas, BPPW Jatim, serta BP3KP Jawa IV, Bupati membeberkan kebutuhan infrastruktur Bondowoso yang menyentuh Rp480 miliar.

Bukan hanya soal jalan dan jembatan, tapi juga pengelolaan TPA, air bersih, perbaikan RTLH, penerangan jalan umum, hingga penguatan infrastruktur pariwisata, terutama kawasan Geopark Ijen.

Baca juga: Disdik Bondowoso Atur Jam Belajar Ramadan 2026 Mulai 07.30 WIB

“Bondowoso ini kecil, tapi strategis. Kami tidak ingin hanya bertahan, tapi tumbuh,” tegas Hamid.

Krisis Air dan Ancaman Senyap

Selain konektivitas, Pemkab Bondowoso juga menaruh perhatian besar pada krisis air. Bupati menegaskan bahwa normalisasi waduk, pembangunan pintu air, dan penguatan sistem irigasi harus menjadi prioritas. “Pertanian rakyat butuh air, bukan janji,” ucapnya.

Ali Mufthi merespons dengan penuh empati. “Meski bukan dapil saya, Bondowoso sudah seperti dapil saya sendiri,” ungkapnya, disambut senyum para peserta forum.

Bagi politikus senior yang baru saja terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, pembangunan tidak cukup sekadar merata, tapi harus berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan sistem sanitasi yang sehat, dua isu senyap yang bisa menjadi bom waktu bila diabaikan.

Baca juga: Kepala Pesantren Nurul Jadid, Kiai Abdul Hamid Wahid Raih Gelar Doktor Cumlaude

Menjemput Bola, Bukan Menunggu

Forum hari itu diakhiri dalam suasana optimistis. Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Ady Kriesna menilai langkah Bupati sebagai langkah cerdas dan konkret. “Di tengah defisit, efisiensi anggaran, dan absennya DAK, Bupati memilih menjemput bola. Ini bukan seremoni, ini solusi,” ujarnya.

Tak ada deklarasi politis, tak ada piagam simbolik. Tapi harapan itu nyata. Dari balik pendopo tua di jantung kota, sekelompok pemimpin tengah membuktikan bahwa daerah seperti Bondowoso pun pantas diperjuangkan, dan pantas diperhitungkan.

"Infrastruktur bukan sekadar proyek. Ini soal akses, soal hidup. Dan Bondowoso tak boleh jalan sendiri." (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru