Anas Karno Disambati Warga Kutisari Terkait Sampah dan Penguatan Ekonomi Warga
Surabaya,JatimUPdate.id - Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno menggelar serap aspirasi masyarakat atau reses di RT 02 RW 02 Kutisari Utara, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Senin (25/5) malam.
Legislator PDI Pejuangan itu disambati sulitnya membuang sampah rumah tangga ukuran besar seperti kasur, sofa hingga lemari bekas.
Ketua RT 02 RW 02 Kutisari Utara, Miswanto mengatakan persoalan sampah besar kerap menjadi masalah di lingkungan warga, utamanya usai kerja bakti atau renovasi rumah.
“Kadang warga punya kasur bekas, lemari rusak atau sofa lama bingung mau dibuang ke mana. Kalau dibuang sembarangan takut kena sanksi, tapi kalau harus buang sendiri juga tidak semua warga punya kendaraan,” ujar Miswanto.
Selain itu, warga juga meminta penguatan ekonomi masyarakat melalui bantuan suntikan dana koperasi atau paguyuban pinjaman warga.
Anas menegaskan persoalan sampah tersebut tidak bisa dibebankan kepada warga saja.
Namun kata Anas, perlu kolaborasi antara pemerintah kota, kelurahan, kecamatan hingga lingkungan RT/RW.
“Aspirasi warga ini harus dicarikan solusi bersama. Jangan sampai masyarakat bingung membuang kasur atau sofa bekas lalu akhirnya dibuang sembarangan karena tidak tahu tempatnya,” ujar Anas.
Anas menegaskan Pemkot telah menyiapkan sejumlah TPS khusus untuk menampung sampah non-domestik.
Sehingga ia menekankan kelurahan dan kecamatan harus diperkuat untuk membantu sosialisasi kepada masyarakat.
Adapun TPS yang menyediakan fasilitas bulky waste atau sampah besar telah tersebar di 31 kecamatan Surabaya. Rinciannya, di Surabaya Timur tersedia di TPS Bratang, TPS Mojoarum, TPS Wisma Permai, dan TPS Tenggilis Utara. Di Surabaya Barat, fasilitas tersedia di TPS Karangpoh, TPS Balongsari, dan TPS Kendung Makam.
Anas juga mendorong adanya koordinasi antara kelurahan, kecamatan dan dinas terkait untuk menciptakan mekanisme layanan pengangkutan sampah besar secara berkala di lingkungan warga.
“Kalau ada sistem pengangkutan terjadwal melalui koordinasi kelurahan dan kecamatan, tentu akan sangat membantu masyarakat dan mencegah munculnya titik pembuangan liar,” katanya.
Menurut Anas, persoalan kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
“Lingkungan bersih itu tanggung jawab bersama. Pemerintah harus hadir memberi solusi, sementara masyarakat juga harus tertib menjaga kebersihan,” ujarnya.
Di bidang ekonomi, Anas memastikan aspirasi bantuan penguatan koperasi warga juga akan diperjuangkan agar dapat membantu kebutuhan ekonomi masyarakat kecil di Kutisari Utara.
“Koperasi lingkungan ini penting untuk membantu perputaran ekonomi warga. Aspirasi seperti ini akan kami kawal agar mendapat perhatian pemerintah,” beber Anas Karno. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman