Kompak Warga Tolak Mutasi Lurah Tambak Wedi, Desak Eri Cahyadi Kembalikan Jabatan

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Warga tolak mutasi Lurah Tambak Wedi, dok istimewa
Warga tolak mutasi Lurah Tambak Wedi, dok istimewa

Surabaya,JatimUPdate.id - Warga, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, LPMK, hingga tokoh pemuda Tambak Wedi menggelar rapat luar biasa menolak mutasi Lurah Tambak Wedi, Muhammad Yusufian, pada Kamis (9/8) malam.

Mutasi lantaran dugaan pungutan liar (pungli) di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Tambak Wedi.

Ketua RW 03, Ade Sugiarto, menuturkan forum menyepakati agar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempertimbangkan keputusan mutasi. 

Selain itu forum juga mendesak agar Muhammad Yusufian dikembalikan lagi sebagai Lurah Tambak Wedi.

"Kami sudah merasakan angin segar di bawah kepemimpinan Pak Fian. Beliau adalah pemimpin yang memahami kondisi warganya dan memiliki gagasan yang cemerlang untuk kemajuan Tambak Wedi," kata Ade.

Menurutnya, selama memimpin Tambak Wedi, Muhammad Yusufian melahirkan sejumlah inovasi. 

Ia menyebut salah satunya program Kopasga (Ngopi Bareng Warga) yang digelar rutin setiap bulan secara bergilir di setiap RW.

"Kami berkumpul di sini menyatukan suara untuk meminta Bapak Wali Kota Surabaya mengabulkan aspirasi kami. Mencari pemimpin seperti Pak Fian bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, sangat sulit," ujar Ade Sugiarto.

Ketua RW 01, Achmad Sholeh, kecewa atas keputusan mutasi secara mendadak. Padahal Muhammad Yusufian lurah aktif dan responsif terhadap kebutuhan warga.

"Kami sangat kecewa dan sedih. Mutasi ini membuat syok seluruh elemen masyarakat di Tambak Wedi," ujarnya.

Maka dari itu, ia berharap aspirasi tersebut didengar Eri Cahyadi sehingga Muhammad Yusufian kembali memimpin Tambak Wedi.

Pun melanjutkan berbagai program positif bagi lingkungan serta kesejahteraan warga.

"Pemkot merupakan pelayan masyarakat sehingga suara masyarakat perlu menjadi pertimbangan dalam setiap pengambilan kebijakan," bebernya. (*)