Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Pansus Raperda Perusahaan Daerah (Perumda) Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) Yuga Pratisabda Widyawasta, mengatakan dalam pertemuan pertama pihaknya juga membahas penyesuaian tarif atau tiket masuk KBS.
Yuga menjelaskan, dalam pembahasan penyesuaian tarif belum tentu diputuskan ada kenaikan tiket bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke taman satwa itu.
Baca juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas
"Jadi sebenarnya juga sempat kita bahas tentang penyesuaian tarif. Jadi penyesuaian tarif ini belum tentu juga ada kenaikan tiket masuk KBS," kata Yuga, Kamis (17/7).
Yuga menyebut untuk penyesuaian tarif perlu dilakukan kajian. Sebab tiket masuk ke KBS sejak 2008 tidak pernah mengalami kenaikan.
"Jadi tetap kita harus lihat dulu ya, aspek-aspeknya ya. Sehingga belum tentu juga ada kenaikan, ini kan tarif yang berlaku sekarang Rp15.000 memang dari tahun 2008, belum pernah berubah sampai sekarang." tutur Yuga
Legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menambahkan, untuk memastikan penyesuaian tarif perlu masukan dari sejumlah pihak.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
Maka dari itu, Pansus akan membahas Raperda dengan beberapa pakar dalam pertemuan berikutnya.
"Tapi dalam hal penyesuaian tarif ini apakah harus naik, apakah tidak, itu makanya nanti kita akan panggil pakar untuk menghitung. Jadi kita enggak sekonyong-konyong langsung menyetujui, itu enggak," beber Yuga.
KBS lanjut Yuga, terkenal sebagai wahana wisata rakyat. Sehingga penyesuaian tarif perlu dikaji secara rinci.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Ia memaparkan, kajian secara rinci itu untuk menjaga konsistensi masyarakat untuk berwisata ke taman satwa milik Pemkot Surabaya tersebut.
"KBS ini sebagai tempat wisata masyarakat. Ya memang dari awal kan sudah terkenal, KBS itu hiburan rakyat, jadi kalau kita naikkan tarif apakah itu bisa membebani apa enggak, kami khawatir membebani." demikian Yuga Pratisabda Widyawasta. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman