Merdeka Dari Kegelapan, Usia ke-80 Negara Terangi Perdesaan

Reporter : Redaksi
Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi


Oleh: Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi

Jakarta, JatimUPdate.id : Menyongsong peringatan Proklamasi HUT ke-80 Negara Kesatuan Republik Indonesia (HUT ke-80 RI) upaya meneguhkan komitmen kepada konstitusi ekonomi Pasal 33 UUD 1945 semakin nyata dan terang.

Baca juga: Milenials Freedom Geber Mesin Politik untuk Pilgub Jatim: Sosok dan Prestasi Abah IDI Diumbar

Disektor energi, Presiden RI, Prabowo Subianto telah meresmikan pengoperasian dan pembangunan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) yang dibangun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), dan swasta secara serentak di 15 provinsi di Indonesia.

Peresmian serentak ini dilakukan terpusat di pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis 26 Juni 2025.

Kegiatan ini merupakan wujud keseriusan Indonesia dalam mengakselerasi transisi energi dengan energi bersih dan ramah lingkungan di tanah air sekaligus upaya mencapai swasembada energi.

Dan, secara keseluruhan, peresmian kali ini mencakup 8 proyek PLTP dengan rincian 3 proyek dalam tahap commercial operation date (COD) dan 5 proyek tahap groundbreaking serta 47 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas gabungan mencapai 379,7 MW.

Proyek ini semakin memperkuat komitmen pentingnya pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang berkelanjutan sebagai upaya kemandirian energi bangsa sekaligus memenuhi komitmen COP26.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis sektor ketenagistrikan PT PLN (Persero) juga terus mempercepat upaya pemerataan akses listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Salah satunya dijalankan melalui Program Listrik Desa (Lisdes), yangmana program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin keadilan sosial disektor energi bagi rakyat Indonesia. Perwujudan implementasi dari sila ke-5 Pancasila yang faktual.

Paska peresmian pengoperasian EBT itu, Menteri ESDM bersama Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara PLN (Dirut PLN) Darmawan Prasodjo meninjau sejumlah program pembangunan listrik desa (Lisdes) di wilayah terpencil yang berkategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Salah satunya, berada di pelosok timur tanah air Indonesia yaitu Pulau Owi di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, pada 25 Juli 2025.

Saat kunjungan peresmian itu, terjadilah percakapan menarik antara Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dengan seorang warga di depan rumahnya yang berdinding kayu, sebagai berikut:

"Berarti Mama so bisa nonton TV ini," kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat bertanya pada seorang warga perempuan paruh baya. Lalu, dijawab, "Bisa," dengan wajah sumringah.

Ditimpali lagi oleh Bahlil, "Lampu so bisa?" Dan, dijawab dengan riang, "Sudah!".

Artinya, pembangunan jaringan listrik sampai ke wilayah terpencil melalui lisdes ini merupakan wujud dari merdeka dari kegelapan, negara terangi perdesaan.

Kinerja Program Lisdes

Perkembangan rasio pemenuhan kelistrikan (rasio elektrifikasi/electrification ratio) nasional selama 10 tahun terakhir sejak 2014 meningkat sangat pesat.

Baca juga: Ombusmen RI : Kolaborasi Dorong Pemerataan Listrik Maluku-Maluku Utara Lewat Energi Baru Terbarukan

Rasio Elektrifikasi (RE) sampai Desember 2024 adalah sebesar 99,83% atau naik sebesar 15,48% berdasar prognosa dibanding tahun 2014 yang mencapai 84,35%.

Sepertinya kinerja rasio elektrifikasi yang patut diapresiasi publik organisas dan manajemen BUMN PLN dibawah pimpinan Dirut, Darmawan Prasodjo.

Termasuk, kinerja Program Lisdes yang dikoordinasikan sinergis dengan Kementerian ESDM juga semakin menjangkau wilayah pelosok dan terpencil.

Berdasar data Kementerian ESDM per Juli 2025, telah terdapat sekitar 5.758 desa, 4.310 dusun dengan totalnya berjumlah 10.068 titik yang memperoleh akses lisdes ini dalam wilayah 40 Kabupaten dan 18 Provinsi 3T.

Sementara itu, mengacu pada peta jalan (roadmap) Lisdes 2025-2029, perencanaan khusus untuk wilayah Papua sejumlah 4.310 lokasi dengan potensi sasaran lebih dari 280.000 keluarga yang akan dipenuhi jaringan listriknya.

Alokasi Lisdes untuk Papua ini adalah 35 persen dari sasaran nasional yang sejumlah 780.000 keluarga dan 5.600 desa selama 5 tahun ke depan dari sasaran 10.068 desa dengan kebutuhan anggaran sejumlah Rp50,01 triliun.

Jumlah tersebut termasuk tiga kabupaten yang telah dikunjungi oleh Menteri ESDM dari 4 lokasi di wilayah Kabupaten Biak Numfor, 11 lokasi di Supiori, dan 71 lokasi di Kepulauan Yapen.

Adapun, pembangunan akses listrik ketiga kabupaten di Papua itu akan dilakukan melalui perluasan jaringan listrik (grid), PLTS, dan SuperSUN. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini membuktikan komitmen pemerintah dalam pengembangan EBT tidak hanya melalui wilayah perkotaan, tetapi dimulai dari daerah dan desa.

Hal inilah yang mendapat apresiasi dari Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy atas perhatian dan kehadiran langsung Menteri ESDM dan jajaran PLN di wilayahnya.

Baca juga: Pemerintah Genjot Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

Menurutnya, Program Lisdes ini bukan hanya menghadirkan listrik menyala, tetapi juga membuka pintu kesempatan bagi perkembangan ekonomi dan sosial desa.

Apresiasi dari Bupati ini tidak hanya menunjukkan pentingnya program Lisdes, lebih dari itu manfaat gandanya bagi peningkatan taraf hidup masyarakat desa dan daerah.

Atas dasar itulah, maka Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen perseroan sekaligus dalam momentum peringatan 80 tahun HUT RI untuk menjadikan Papua, Maluku dan daerah terpencil lainnya (kategori 3T) sebagai tonggak keadilan energi yang nyata.

Pada semester I 2025, khusus untuk Program Lisdes di wilayah Papua telah berhasil menghadirkan akses listrik untuk 36 desa dengan total 1.606 keluarga rumahnya telah diterangi listrik oleh PLN. Listrik, telah membuka ruang bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan di segala sektor tidak lagi menjadi konsumsi ekslusif orang kota.

Selain program listrik desa, PLN dengan dukungan Kementerian ESDM juga hadir untuk peningkatan kualitas pendidikan di Papua, dengan turut berpartisipasi dalam program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran yang diinisiasi Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

PLN telah menyiapkan inovasi PLTS atap/SuperSUN sebagai sumber energi listrik yang akan disalurkan ke 693 sekolah di Papua. Bukti nyata kepedulian PLN bagi mendukung program wajib pendidikan dasar dan menengah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Program Lisdes jelas diarahkan untuk mendukung visi misi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada energi. Hal ini, tidak hanya salah satu upaya PLN dalam mendukung peningkatan kegiatan perekonomian desa, namun juga proses belajar-mengajar yang modern dan inklusif bagi pendidikan anak-anak daerah 3T.

Meskipun terpencil, tetapi mereka merdeka dari kegelapan dengan menerangi perdesaan dengan memajukan perdesaan menuju Indonesia Emas 2045. (red/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru