AMPI Bergerak ke Daerah, Ajak Aktivis Muda Gabung Golkar

Reporter : Shofa
Jajaran Pengurus DPD I Partai Golkar Jawa Tengah saat menyambut kedatangan DPP AMPI yang sedang melakukan roadshow dan tur tiga daerah di Jwa, yakni Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sumber foto : AMPI Media Centre

Jakarta, JatimUPdate.id - Partai Golkar menunjukkan keseriusannya dalam membangun regenerasi politik yang tangguh dan inklusif. Melalui DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Golkar tak hanya menyapa kaum muda, tapi juga mengajak mereka terlibat langsung dalam arus utama politik. Roadshow DPP AMPI ke Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Pasuruan bukan sekadar safari organisasi, tetapi langkah nyata membangkitkan mesin kaderisasi dengan wajah baru: kolaboratif, aktif, dan berbasis aktivisme.

Yang menarik, AMPI kini menjadi magnet bagi para eks ketua umum organisasi mahasiswa Cipayung Plus yang telah bergabung ke Partai Golkar. Nama-nama seperti Muhammad Arief Rosyid Hasan (PB HMI), Robaytullah Kusuma Jaya (GMNI), Jefri Gultom (GMKI), Ari Sutrisno (Hikmabudhi), Adlin Panjaitan (PMII), dan Phirman Reza (KAMMI) menjadi wajah baru partai yang ingin lepas dari bayang-bayang stagnasi kaderisasi.

Baca juga: AMPI Bergerak, Bahlil Dinilai Jadi Inspirasi Kader Muda Partai Golkar

AMPI Bukan Sayap Biasa, Tapi Lokomotif Kaderisasi

Roadshow ini memperlihatkan bahwa AMPI bukan sekadar organisasi pendamping partai, melainkan lokomotif perubahan dan pengorganisasi kaum muda. Di tangan para aktivis, AMPI mengemban misi lebih dari sekadar loyalitas, ia menjadi rumah bagi dialektika, kolaborasi, dan kerja konkret politik anak muda.

Wakil Ketua DPP AMPI, Arief Rosyid Hasan, menyebut bahwa keberadaan para aktivis di dalam AMPI menunjukkan semangat baru dalam dunia kepartaian.

“Dulu kita berteriak dari luar, sekarang kita masuk ke dalam dan mulai mengubah dari dalam. Masuk partai bukan berarti hilang idealisme, tapi memperluas medan perjuangan,” kata Arief.

Di Jawa Tengah, DPD I Golkar menyambut rombongan AMPI dengan tangan terbuka. Ketua DPD I, Mohammad Sholeh, menggarisbawahi bahwa partainya membuka ruang sebesar-besarnya bagi para aktivis untuk menjadi legislator dan pengambil keputusan.

“Banyak kader kita dari aktivis. Mereka tahu cara bicara, cara negosiasi, dan menyusun strategi. Justru karena mereka aktivis, mereka lebih adaptif,” katanya.

Tak hanya bicara soal politik, Golkar Jateng juga menanamkan nilai sosial dengan meluncurkan program GAS (Ganti Sepatu Siswa) yang membagikan seribu pasang sepatu kepada siswa kurang mampu.

“Dari kecil kami juga pernah pakai sepatu satu nomor lebih besar. Sekarang, giliran kami membantu mereka agar tetap percaya diri ke sekolah,” ungkap Sholeh.

Jajaran Pengurus DPD I Partai Golkar DI Yogyakarta saat menyambut kedatangan DPP AMPI yang sedang melakukan roadshow dan tur tiga daerah di Jwa, yakni Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sumber foto : AMPI Media Centre

Di Yogyakarta, Ketua DPD I Golkar DIY Singgih Januratmoko menegaskan bahwa budaya politik Golkar bertumpu pada nilai dan integritas.

“Kalau seseorang menang pemilihan, maka dia yang memimpin. Tidak ada pembatalan hasil secara sepihak di sini. Kami pegang nilai itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Singgih menyatakan bahwa mahasiswa dan anak muda harus dirangkul, bukan dijauhkan dari politik.

“Anak muda bukan ancaman. Mereka mitra. Kalau mereka tidak dilibatkan, bangsa ini tak akan berkembang. AMPI dan AMPG harus jadi rumah belajar mereka,” kata Singgih yang menyambut rombongan sebagai sahabat perjuangan, bukan tamu biasa.

Baca juga: Dari Tanah Kelahiran AMPI, Seruan Regenerasi Politik Bergema

Ketua Pratama DPD I Partai Golkar Jawa Timur saat menyambut kedatangan DPP AMPI yang sedang melakukan roadshow dan tur tiga daerah di Jwa, yakni Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sumber foto : AMPI Media Centre

Di Jawa Timur, Ketua Pratama Golkar Jatim menyebut bahwa aktivis muda bukan sekadar tambahan struktur, tapi kekuatan utama yang harus diberdayakan.

“Kalau ingin mengubah arah bangsa, anak muda tidak bisa berdiri di luar sistem. Harus masuk. Dan partai adalah kendaraan terbaik untuk itu,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Golkar Jatim kini bertransformasi menjadi partai yang terbuka untuk siapa saja tanpa sekat agama, organisasi, maupun profesi.

“Komposisi kami plural. Ada PMII, GMNI, KAMMI, GMKI. Semua bersatu di bawah bendera Golkar,” katanya. “Dan AMPI menjadi simpul penting bagi kekuatan muda itu.”

Ia juga menyebut AMPI memiliki keunggulan dalam menjangkau basis muda hingga tingkat pelajar.

“AMPI bisa bergerak luwes. Ia lebih cair, dan lebih cocok dengan kultur anak muda,” tambahnya.

Roadshow DPP AMPI ditutup di Pasuruan, kota bersejarah bagi organisasi ini. Di sinilah AMPI pernah mencatatkan jejak penting dalam sejarah kepemudaan Golkar. Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang juga Ketua Harian DPD Golkar Jatim, menyambut langsung rombongan.

Baca juga: Ketua Pratama Jatim Sambut Aktivis Cipayung Plus Masuk Golkar

“Pasuruan adalah rumah kelahiran AMPI. Maka menjadi kebanggaan bagi kami menyambut kembalinya semangat itu ke tanah asalnya,” ujar Adi.

Walikota Pasuruan saat menerima rombongan DPP AMPI yang sedang melakukan konsolidasi dan kaderisasi AMPI pasa Selasa (06/08). Sumber foto : MEAID AMPI Cetre.

Ia menyebut bahwa wajah Golkar masa depan adalah wajah anak muda. Dan para mantan ketua umum Cipayung Plus adalah jembatan antara idealisme mahasiswa dan realitas politik nasional.

“Saya percaya, kalian adalah pelaku utama sejarah baru partai ini,” tandas Adi.

Transformasi yang sedang dibangun DPP AMPI adalah pengingat bahwa regenerasi sejati tak bisa ditunda. Ia harus dirancang, dikuatkan, dan dilibatkan. Aktivis bukan ancaman bagi partai. Mereka adalah potensi. Dan Golkar, lewat AMPI, membuka diri untuk mengelola potensi itu.

Dalam dunia politik yang kerap dihuni wajah-wajah lama, kehadiran aktivis Cipayung Plus menjadi napas baru yang bisa menggerakkan, menggugah, sekaligus mengubah arah.

AMPI kini bukan sekadar sayap. Ia adalah motor penggerak regenerasi yang menembus sekat organisasi, usia, dan ideologi. Dan dari Jawa Tengah hingga Pasuruan, dari jalanan demonstrasi hingga panggung politik, sejarah baru itu tengah ditulis bersama (RED).

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru