Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Enam siswa SMA Nurul Jadid Paiton berhasil meraih beasiswa pendidikan ke China setelah melalui proses seleksi ketat yang menilai kemampuan akademik, bahasa, dan wawasan global.
Baca juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual
Mereka akan melanjutkan studi di sejumlah perguruan tinggi ternama di Negeri Tirai Bambu.
Adapun keenam siswa tersebut yakni Ahmad Sultan Alaudin (Zhejiang Normal University, International Economics and Trade), Elvira Aulia Putri Joenatha (Huaqiao University, Chinese Language), Hijriyatus Sholehah (Huaqiao University, Chinese Language and Culture College), Nadia Khotimatul (Hainan University, Chinese Language and Culture College), Muhammad Munir (Yunnan University, Chinese Business), serta Ramadhana Catriona Zerlinda (Wuyi University, Chinese Language).
Kepala SMA Nurul Jadid, Drs. Rahardjo, menyampaikan kebanggaan atas prestasi tersebut. “Kami sangat bangga karena enam siswa kami bisa menembus perguruan tinggi di China. Harapan kami, mereka tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga menjadi duta yang membawa nama baik sekolah, pesantren, dan bangsa Indonesia,” ujar Rahardjo, Senin (18/8).
Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup
Keberhasilan ini juga didukung oleh kerja sama antara SMA Nurul Jadid dengan Lembaga Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (LKPBT) Jawa Timur.
Selama beberapa tahun terakhir, sekolah ini konsisten mengirim siswanya untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.
Salah satu penerima beasiswa, Nadia Khotimatul, mengaku bersyukur mendapat kesempatan belajar di Hainan University.
Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid
“Semoga apa yang saya dapatkan nanti bisa saya bawa pulang untuk bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat,” ucapnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya agar berani bermimpi besar dan berusaha keras meraih peluang pendidikan internasional. (pm/mmt)
Editor : Miftahul Rachman