Oleh : Ferry Is Mirza
Baca juga: Wabup Malang Apresiasi Peran Strategis GP Ansor
Sahabat Almarhum, Jurnalis Senior, Anggota Dewan Kehormatan PWI Jatim.
Lawang, Malang, JatimUPdate.id - Tulisan ini sebenarnya telah beredar di grup wa pengurus PWI Jawa Timur, sesaat publik pers Jawa Timur khususnya keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, mendengar kabar salah satu wartawan, jurnalis terbaiknya, Djoko Wahyoe Harjantoe atau biasa dipanggil Mas Wahyoe Surya meninggal dunia setelah sebelumnya berziarah kubur ke makam Ibunda pasca perjalana dari Jakarta.
Jumat Sore, (15/08/2025), almarhum masih menunaikan kebiasaannya untuk menjadi bilal di musholla At. Taubah komplek Sekretariat PWI Jatim dengan kondisi sehat wal afiat.
Secara khusus, Redaksi JatimUPdate.id menerima ulasan lisan dari Mas Ferry Is Mirza terkait isi artikel pengantar kepergian sahabatnya itu saat bersama mengantarkan jenazah Djoko Wahyoe Harjanto ke pemakaman islam TPU Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Dari penjelasan itu yang membuat Redaksi JatimUPdate.id serta pengalaman pribadi CEO Media Online ini dengan almarhumah untuk lebih mendalami dan mengenal tradisi, budaya leluhur serta berziarah makam leluhur dan para waliullah, terakhir Mas Wahyoe bersama berziarah ke makam Guru Sekumpul dan Ulama Kalsel lainnya Al Banjari pada Agustus 2024 lalu.
Sugeng Tindak Mas Wahyoe...
Tulisan ini khusus dipersembahkan untuk mengenang Almarhum memang Orang Baik. Selamat Menikmati tulisan dari Mas Ferry Is Mirza ini :
______________
Adzan Ashar hari Jumat di mushola At Taubah di komplek Balai Wartawan Jawa Timur Jln Taman Apsari 5-7, adalah lantunan panggilan Allah Wa Ta'ala yang terakhir dikumandangkan saudara seimanku Alhaji Wahyu "BILAL" Harjanto yang ba'da subuh tadi memenuhi panggilan pulang keharibaan Allah Wa Ta'ala. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raji'un......
Penulis mengenal almarhum cukup lama 30 tahunan. Almarhum wartawan olahraga Harian Surya, sedang penulis di Jawa Pos sering bertemu almarhum bila meliput pertandingan tinju profesional.
Ya, kebetulan penulis hobby tinju dan bersama almarhum Lucky Acub Zainal serta almarhum Eddy Rumpoko mengelolah sasana tinju Javanoea.
Lalu, tahun 2011 alhamdulillah selama 42 hari, penulis sekamar di tanah suci Makah-Madinah saat menunaikan Ibadah Haji melalui KBIH Almultazam Sidoarjo. Sehari hari dengan almarhum juga sekamar dengan Alhaj Sefdin Alamsyah.
Baca juga: PWI Sidoarjo Raih Peringkat Ketiga Mini Soccer PWI Jatim 2026, Solid hingga Akhir Turnamen
Saat di Makkah kami dapat maktab di kawasan Bakhudma, sekitar 3 Km ke Masjidil Harram. Karena jarak lumayan jauh ke Masjidil Harram, bila waktu Duhur jammah KBIH Almutazam sholat di maktab dan kumandang adzan dilakukan almarhum. Saban hari saat sholat Duhur, almarhum menjadi muadzin.
Usai sholat Maghrib di Masjidil Harram, kami bertiga bertemu rombongan Alhaj La Nyalla yang tinggal di Zamzam Tower Hotel bersama Alhaj Dhimam Abror, Alhaj Gus Ipul, Alhaj Yahya Stafuq, Alhaj Tourino Junaidi, Alhaj Diar Kusuma, Alhaj Sholeh No Viral No Juctice.
Alhaj Abror bertanya ke Alhaj Sefdin tinggal di hotel mana ? "Di Bakhudma, jauh dari Harram," jawab Sefdin seraya menambahkan kalau sholat Duhur berjamaah di maktab. "Yang Adzan selalu Alhaj Wahyu Harjanto," timpal penulis
Dan ternyata sepulang dari ibadah haji setiap sholat Duhur dan Ashar di mushola At Taubah, almarhum Alhaj Wahyu istiqamah jadi muadzin seperti Bilal Arrabah Alaihisalam.
Meski kini saudara kita sahabat kita Alhaj Wahyu tak lagi suara adzannya terdengar di mushala At Taubah, tapi terdengar di Jannahtul Firdaus... *(fim,190825 @restareatolotwlawang)* (red/mmt)
Editor : Miftahul Rachman