Surabaya, JatimUPdate.id - Koordinator Rakyat Jawa Timur Menggugat, M. Sholeh atau yang akrab disapa Cak Sholeh, memastikan aksi unjuk rasa yang semula akan digelar pada 3 September 2025 di depan Gedung Negara Grahadi resmi ditunda.
Sholeh menjelaskan, keputusan itu diambil setelah melihat situasi politik nasional maupun lokal beberapa hari terakhir tidak kondusif. Pasalnya aksi damai justru kerap berujung anarkis hingga terjadi pembakaran fasilitas negara.
Baca juga: Gelombang Demonstrasi “No Kings” Menggema, Jutaan Massa Protes Trump di AS dan Eropa
“Beberapa kantor DPRD di sejumlah kota dibakar, bahkan kantor Negara Grahadi yang tidak ada kaitannya dengan isu nasional ikut menjadi sasaran amuk massa. Ini patut disesalkan,” kata Cak Sholeh saat konfrensi pers di Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat, Senin (1/9) malam.
Sholeh menambahkan, kondisi Surabaya kini juga mengalami ketegangan. Pemerintah memutuskan WFH hingga 4 September.
Pun sekolah melakukan daring, dan masyarakat enggan keluar rumah karena takut terjadi bentrokan.
Baca juga: Aliansi Madura Indonesia Gelontorkan 2.000 Paket Sembako di depan Gedung Negara Grahadi
“Bahkan pekerja mal pulang lebih awal, ada pula sweeping mobil di Jalan Basuki Rahmat yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan isu nasional maupun lokal,” ungkapnya.
Ia menilai, gesekan antar kelompok juga berpotensi semakin besar bila aksi tetap digelar.
Baca juga: Dilantik di Gedung Grahadi, Kadin Jatim Tetapkan Tujuh Fokus Strategis
Maka dari itu, pihaknya memilih menunda hingga keadaan benar-benar kondusif.
“Mengingat peristiwa beberapa hari ini, kami memutuskan menunda aksi 3 September sampai situasi Surabaya kondusif,” demikian M. Sholeh. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman