Surabaya, JatimUPdate.id - Koordinator Rakyat Jawa Timur Menggugat M. Sholeh atau Cak Sholeh, kembali buka suara terkait ditundanya aksi 3 September di depan Gedung Negara Grahadi.
Cak Sholeh menegaskan gerakan ini hanya membawa tiga isu lokal, bukan persoalan nasional.
Baca juga: Blak-blakan Eks Anggota DPRD Jatim Sebut Khofifah Tak Paham Struktur APBD
“Teman-teman, isu kita bukan isu nasional. Kita tidak mempersoalkan tunjangan DPR, tidak juga gaji DPR yang katanya Rp100 juta. Isu kita jelas,” katanya, Selasa (2/9)
Ia merinci, tiga isu tersebut adalah pengampunan pajak kendaraan bermotor seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Kedua, usut tuntas dugaan korupsi triliunan rupiah dana hibah. Ketiga, penghapusan dugaan pungli di sekolah negeri, utamanya SMA dan SMK yang menjadi kewenangan gubernur.
Baca juga: Usung 3 Tuntutan, Rakyat Jawa Timur Menggugat Bandingkan Kinerja Khofifah dengan Kepala Daerah Lain
Sholeh menyayangkan, meski isu itu sudah disuarakan melalui media sosial dan lebih dari sepekan membuka posko, Gubernur Khofifah tidak pernah datang.
“Baru Pangdam dan Sekda yang sambangi ke sini,” katanya.
Baca juga: Khofifah Ajak Warga Maknai Hari Jadi Ke-80 Jatim dengan Semangat “JATIM BISA”
Cak Sholeh memaparkan, keberadaan posko maupun rencana aksi tidak dimaksudkan untuk menciptakan kericuhan.
“Tidak ada niat membuat Surabaya kacau. Kita inginnya aksi damai,” demikian M. Sholeh. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat