Tunda Aksi 3 September, Cak Sholeh: Isu Kami Bukan Nasional, Tapi Tiga Persoalan Lokal di Jawa Timur

Reporter : Ibrahim
M. Sholeh saat konfrensi pers di Taman Apsari, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya, JatimUPdate.id - Koordinator Rakyat Jawa Timur Menggugat M. Sholeh atau Cak Sholeh, kembali buka suara terkait ditundanya aksi 3 September di depan Gedung Negara Grahadi.

Cak Sholeh menegaskan gerakan ini hanya membawa tiga isu lokal, bukan persoalan nasional.

Baca juga: Aliansi Madura Indonesia Gelontorkan 2.000 Paket Sembako di depan Gedung Negara Grahadi

“Teman-teman, isu kita bukan isu nasional. Kita tidak mempersoalkan tunjangan DPR, tidak juga gaji DPR yang katanya Rp100 juta. Isu kita jelas,” katanya, Selasa (2/9)

Ia merinci, tiga isu tersebut adalah pengampunan pajak kendaraan bermotor seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Kedua, usut tuntas dugaan korupsi triliunan rupiah dana hibah. Ketiga, penghapusan dugaan pungli di sekolah negeri, utamanya SMA dan SMK yang menjadi kewenangan gubernur.

Baca juga: Dilantik di Gedung Grahadi, Kadin Jatim Tetapkan Tujuh Fokus Strategis

Sholeh menyayangkan, meski isu itu sudah disuarakan melalui media sosial dan lebih dari sepekan membuka posko, Gubernur Khofifah tidak pernah datang. 

“Baru Pangdam dan Sekda yang sambangi ke sini,” katanya.

Baca juga: Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak Bersama Masyarakat Jawa Timur Sambut Meriah Valen Sang Juara D'Academy7

Cak Sholeh memaparkan, keberadaan posko maupun rencana aksi tidak dimaksudkan untuk menciptakan kericuhan.

“Tidak ada niat membuat Surabaya kacau. Kita inginnya aksi damai,” demikian M. Sholeh. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru