Kediri, JatimUPdate.id – Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) menginisiasi kampanye damai pasca kerusuhan di Kota Kediri.
Baca juga: TMMD Ke-127 Resmi Dibuka di Desa Gadungan Puncu, Sasar Infrastruktur dan Peningkatan SDM
Koordinator Dewan Cabang GMPK, Inka Maelana Roshidala, mengatakan aksi ini menjadi langkah awal memulihkan kedamaian dan stabilitas sosial.
“Kami ingin menjaga Kediri tetap damai setelah kerusuhan. Inisiatif ini juga untuk mencegah demonstrasi selanjutnya berubah destruktif,” ujar Inka, di Taman Sekartaji Kota Kediri, Kamis (4/09/2025).
Aktivis yang akrab disapa Inka, mengatakan, sekitar 50 anggota GMPK turun ke sejumlah lokasi di Kediri sambil membagikan bunga.
Simbol sederhana itu, kata Inka, menjadi penanda awal yang baru bagi warga setelah kota mengalami kerusakan akibat aksi massa beberapa waktu lalu.
Baca juga: Jelang Imlek dan Ramadan, Mbak Wali Pastikan Harga Bahan Pokok di Pasar Pahing Terkendali
Inka menuturkan, kerusuhan di Kediri tidak lepas dari minimnya ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat, sehingga disinyalir menimbulkan rasa ketidakpercayaan satu sama lain.
Situasi itu diperburuk oleh tekanan ekonomi masyarakat yang kian berat, sementara di sisi lain publik disuguhi citra anggota DPR RI yang dinilai hidup berlebihan di tengah kenaikan pajak.
Menurut Inka, GMPK tetap percaya pada institusi Polri dan DPR, namun ia menekankan perlunya komunikasi lebih terbuka dan langsung dengan masyarakat.
Baca juga: KKN UNP Kediri Sulap Semak Belukar Jadi Kampung Hijau Berbasis Zero Waste di Kelurahan Dermo
“Pejabat publik harus lebih terlibat, bukan hanya hadir secara simbolis,” ujarnya.
Sebagai solusi, GMPK mendorong dialog intelektual rutin antara warga dan pejabat. Inka mencontohkan praktik di Yogyakarta, Solo, dan Bandung yang dinilai berhasil membangun kedekatan pemerintah dengan masyarakat, sehingga aksi arogan massa berhasil diredam.
“Kepemilikan terhadap Indonesia harus dirasakan bersama, antara rakyat dan pejabat,” katanya.(mam/mmt)
Editor : Miftahul Rachman