Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati disambati berbagai persoalan saat menggelar Reses atau serap aspirasi masyarakat, di enam kecamatan.
"Kami sudah menyelesaikan reses di enam kecamatan, warga menyampaikan beberapa permasalahan," kata Ajeng, saat dikonfirmasi melalui saluran WhatsApp Jatimupdate, Senin (15/9).
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
Ajeng menyebut, warga mengadukan data pragamis yang berubah menjadi gamis lagi. Padahal kondisi mereka sedang rumit.
Selian itu, warga juga membutuhkan pemasangan CCTV untuk meningkatkan keamanan kampung.
"Warga mengadukan , permasalahan data pragamis yang sulit menjadi gamis lagi, padahal kondisinya memang sedang kesulitan, juga permasalahan keamanan sehingga perlu diperbanyak CCTV," tambah Ajeng.
Ajeng memamparkan, warga juga menginginkan pemerataan program Rutilahu.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Pun keberatan akan retribusi surat ijo yang memberatkan bagi pelaku UMKM.
"Permasalahan Rutilahu yang belum sepenuhnya merata, contohnya di kelurahan baratajaya yang sulit mendapatkan Rutilahu, dan warga sudah berpenghasilan di bawah UMK bahkan pragamis tetapi ternyata harus melunasi retribusi surat ijo terlebih dahulu." tutur Ajeng.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya itu, menambahkan, warga di Kecamatan Gubeng meminta penambahan SMP Negeri dan pembangunan Sekolah Rakyat.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Sekolah Rakyat dan SMP Negeri itu bisa dibangun di atas dua aset milik Pemkot yang menganggur.
"Aset pemkot itu jalan Pucang Anom Timur dan eks pabrik karung di Ngagel Timur. Jadi dua aset bisa jadi dua sekolahan, 1 SMPN, dan 1 Sekolah Rakyat," demikian Ajeng Wira Wati. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman