Padang Sidempuan, JatimUPdate.id - Milad Kahmi ke-59 di gelar MW Kahmi Sumut di gedung pertemuan Adam Malik, Padang Sidempuan dan di hadiri oleh tokoh tokoh nasional maupun daerah.
Baca juga: Dies Natalis ke-79, HMI Bondowoso Tegaskan Komitmen Perkuat Nilai Perjuangan dan Perkaderan
Sejumlah tokoh nasional yang hadir diantaranya Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Sugiat Santoso, Walikota Padang Sidempuan, Bupati Tapanuli Selatan, dan tokoh Kahmi Sumut Rusdi Lubis, Dadang Darmawan.
Hadir pula Iqbal pane, putra pendiri hmi, lafran pane. Ketua panitia muazzul, menyampaikan bahwa dalam peringatan Milad Kahmi 2025 ini ada beberapa rangkaian kegiatan antara, gerak jalan sehat, penanaman pohon, penyemaian ikan, pameran umkm dan peletakan batu pertama pembangunan masjid lafran pane.
Sementara itu dari MN Kahmi hadir sekjen MN Kahmi, Syamsul Qomar.
Dalam sambutan Sekjen MN Kahmi menyampaikan tentang pentingnya Kahmi untuk terus meneguhkan kiprah nya sebagai bagian dari kekuatan bangsa.
"Hadirin yang berbahagia, Pada usia ke-59, KAHMI terus meneguhkan kiprahnya sebagai bagian dari kekuatan bangsa. Tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Perubahan global yang begitu cepat, disrupsi teknologi, kesenjangan sosial-ekonomi, polarisasi politik, serta degradasi lingkungan menjadi ujian serius bagi bangsa," kata Syamsul Qomar dalam sambutannya.
Lebih Syamsul Qomar menyampaikan bahwa di sisi lain, Indonesia memiliki bonus demografi yang hanya datang sekali dalam sejarah. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi tersebut bisa berubah menjadi beban.
"Di sinilah KAHMI dituntut hadir dengan gagasan, konsolidasi, dan kerja nyata yang mampu mempertemukan potensi umat dengan kebutuhan bangsa. Memasuki usia ke-59, Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) berada pada titik sejarah yang penting," ungkapnya.
Perjalanan panjang organisasi ini, lanjut Qomar, telah menorehkan kiprah dalam berbagai bidang, dari akademisi, birokrasi, politik, ekonomi, hingga masyarakat sipil.
Namun, di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, Kahmi dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang besar untuk semakin memperkuat kontribusinya bagi pembangunan nasional. Peluang bagi Kahmi justru terbentang luas.
"Dengan jaringan alumni yang luas, kapasitas intelektual yang teruji, dan spirit keislaman yang menjadi dasar perjuangan, Kahmi memiliki modal sosial yang kuat untuk berkontribusi. Melalui konsolidasi yang solid, kita dapat memperkuat pendidikan, membangun ekonomi umat, dan mengawal nilai keadilan serta demokrasi demi Indonesia yang lebih baik," tegas Syamsul Qomar.
Kapasitas intelektual, pengalaman kepemimpinan, kata dia, dan akar historis pada gerakan mahasiswa Islam menjadikan Kahmi memiliki posisi strategis untuk berperan sebagai penghubung, perekat, sekaligus motor penggerak perubahan.
"Melalui konsolidasi yang kokoh, KAHMIdapat memaksimalkan peran kader dalam menjawab persoalan bangsa: memperkuat pendidikan, mendorong ekonomi umat, memperjuangkan keadilan sosial, dan mengawal demokrasi yang sehat," ujarnya
Baca juga: LK II–LKK HMI Bondowoso–Situbondo Ditutup, Proses Kaderisasi dan Kualitas Kader Ditekankan
Konsolidasi ini bukan hanya tentang menyatukan langkah internal, tetapi juga menyinergikan kekuatan Kahmi dengan visi besar bangsa.
"Menuju tahun 2045, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia—yang dikenal sebagai Indonesia Emas. Namun, cita-cita besar itu hanya bisa diwujudkan jika bangsa ini memiliki sumber daya manusia unggul, tata kelola pemerintahan yang bersih, pembangunan yang inklusif, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan nilai-nilai keadaban," ungkap Sekjend MN Kahmi tersebut.
Dalam konteks ini, Kahmi dipanggil untuk mengambil peran lebih besar. Dengan semangat keberanian, kedalaman ilmu, dan spirit kejayaan Islam, KAHMI harus menjadi lokomotif yang mendorong Indonesia melangkah menuju masa depan yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.
Secara khusus dengan “Konsolidasi KAHMI Menuju Indonesia Maju” ini bukan sekadar tema, tetapi panggilan sejarah. Sebuah ikhtiar untuk memperkuat solidaritas, mengoptimalkan potensi, dan mengabdikan diri demi Indonesia yang siap menyongsong 100 tahun kemerdekaan—Indonesia Emas 2045.
"Tema Konsolidasi KAHMI Menuju Indonesia Maju adalah panggilan sejarah. Ia mengingatkan kita bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan langkah bersama, semangat keberanian, dan komitmen kebangsaan," terangnya.
Dengan konsolidasi yang kokoh, KAHMI siap menjadi bagian dari lokomotif yang membawa Indonesia menuju masa depan yang maju, adil, dan berdaulat.
"Hadirin yang berbahagia, Hari ini kita tidak hanya merayakan ulang tahun KAHMI yang ke-59, tetapi juga merayakan perjalanan panjang sebuah cita-cita. Cita-cita tentang keberanian untuk melangkah, tentang ilmu yang terus tumbuh, tentang kejayaan Islam yang menjadi cahaya, dan tentang kesucian niat dalam mengabdi kepada bangsa. Kita sadar, jalan ke depan tidak mudah. Indonesia hari ini berhadapan dengan tantangan global yang begitu cepat: revolusi teknologi, kompetisi ekonomi dunia, krisis lingkungan, hingga polarisasi sosial-politik," ungkap Syamsul Qomar.
Baca juga: Koordinator Presidium Kahmi Abdullah Puteh: Potensi KAHMI Luar Biasa untuk Percepat Pembangunan
Tetapi, jelas Qomar, bukankah di balik setiap tantangan selalu ada peluang? Di balik kesulitan, ada kesempatan?
"Di sinilah KAHMI dipanggil. Dipanggil untuk berkonsolidasi, memperkuat barisan, dan menyatukan langkah. Karena hanya dengan konsolidasi yang kokoh, kita dapat menghadirkan gagasan besar, gerakan nyata, dan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan bangsa.Kita menatap tahun 2045—seratus tahun Indonesia merdeka. Tahun yang disebut sebagai Indonesia Emas," tegasnya.
Pertanyaannya adalah: apakah kita akan menjadi bangsa yang besar, adil, makmur, dan berdaulat, atau justru tertinggal oleh peradaban? Jawabannya ada pada kita.
Dan KAHMI harus menjadi bagian dari jawaban itu.marilah kita jadikan tema “Konsolidasi KAHMI Menuju Indonesia Maju” bukan sekadar slogan, melainkan energi kolektif. Energi untuk mendidik generasi, membangun ekonomi umat, menjaga demokrasi, dan menegakkan nilai-nilai kebangsaan.
Dengan keberanian, dengan ilmu, dengan iman, kita songsong masa depan Indonesia yang gemilang.KAHMI untuk Indonesia.KAHMI untuk peradaban.KAHMI menuju Indonesia maju!.
Tutup Syamsul Qomar dalam membacakan sambutannya. (rilis/sof/mmt)
Editor : Miftahul Rachman