Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, mengaku bangga dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digencarkan oleh pemerintah kota (Pemkot) Surabaya
Menurutnya, GPM menunjukkan kota Pahlawan tidak mengalami inflasi tapi malah deflasi akan kebutuhan pangan masyarakat.
Baca juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas
"Di tengah carut-marutnya negara, khususnya, baik secara politis, fiskal, juga permasalahan-permasalahan lainnya, kita bisa bangga menjadi warga kota Surabaya, karena kita bukan inflasi, malah deflasi terhadap kebutuhan pangan yang ada di kota Surabaya." tutur Baktiono, Rabu (24/9).
Baktiono menjelaskan, keberhasilan ini lantaran kekompakan yang dibangun oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya.
Selain itu, tambah Baktiono pedagang di kota Pahlawan mendapatkan kepercayaan pedagang dari luar kota, sehingga suplai kebutuhan pangan melimpah.
"Ini kerjasama semuanya, kekompakan antar OPD, juga unsur UMKM. Artinya pedagang di Surabaya ini juga dipercaya oleh pedagang luar kota. Sehingga suplainya banyak ke sini.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
Kalau barang-barang banyak otomatis harga itu akan terkendali dengan baik dan makanan terjangkau." beber Baktiono.
Selain itu, sebut Baktiono bantuan Pemkot diberbagai sektor seperti kesehatan, program wajib belajar 13 tahun, bantuan rombong dan rutilahu dapat mengurangi beban masyarakat.
"Bantuan Pemkot itu juga mengurangi pengeluaran warga, sehingga pasti kebutuhan pangan akan terkendali, ini kita hidup senang di kota Surabaya, aman dan juga nyaman," demikian Baktiono.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan, GPM merupakan hasil kerja sama dengan Kanwil Bulog Jatim dan Pemprov Jatim.
Menurutnya, beras menjadi komoditas utama yang disiapkan, yakni sebanyak 10 ton, diikuti telur 100 kilogram, gula 1 ton, minyak 700 liter, serta cabai dan bawang masing-masing 200 kilogram.
“Kita saat ini malah deflasi 0,07 persen. Beras tidak masuk dalam 10 besar penyumbang inflasi karena pasokan terjaga,” jelasnya.
Editor : Miftahul Rachman