MWCNU Simokerto Resmikan Rumah Sosial, Pusat Gerakan Kemanusiaan di Kertopaten

Reporter : Ibrahim
Tasyakuran pembukaan Rumah Sosial MWCNU Simokerto, dok jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Simokerto menggelar tasyakuran pembukaan Rumah Sosial, di Jalan Kertopaten, Sabtu (27/9) malam 

Rumah ini difungsikan sebagai pusat kegiatan sosial untuk membantu warga kurang mampu di Kecamatan Simokerto.

Baca juga: MWCNU Simokerto Buka Posko Konsumsi Gratis Sambut Napak Tilas Satu Abad NU

Ketua Tanfidziyah MWCNU Simokerto ; H. Kasuwi, menjelaskan rumah sosial untuk menghimpun dana dan menyalurkannya bagi warga yang membutuhkan. Mulai dari fakir miskin, anak putus sekolah, hingga warga yang kesulitan berobat.

“Kalau ada orang sakit, kita rujuk bagaimana caranya bisa berobat. Kalau anak tidak mampu sekolah, kita bantu agar bisa sekolah. Bahkan kalau ada anak kurang gizi, kita bantu beli susu. Jadi intinya, kegiatan di rumah sosial ini semua untuk kepentingan sosial,” katanya

Ia menambahkan, seluruh elemen masyarakat terlibat dalam penggalangan dana, termasuk donatur dari kalangan warga, pengurus, hingga lurah. 

Menurutnya bantuan itu disalurkan sesuai kebutuhan mendesak di lapangan.

Baca juga: Gus Yahya Ungkap Rasa Syukur Usai Bersilaturahmi dengan Rais Aam di Surabaya

“Kalau ada warga butuh berobat, kita siapkan ambulans gratis. Kalau ada keluarga yang meninggal, kita langsung jemput jenazah pakai ambulans juga tanpa biaya. Dana dihimpun teman-teman Lazisnu bersama MWC,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ranting NU Sidodadi, Faqih, menyampaikan apresiasi atas kiprah Lazis MWCNU Simokerto yang dinilainya bekerja tulus membantu warga.

“Yang saya ketahui, penggeraknya masuk ke wilayah-wilayah yang sangat membutuhkan. Dari anak stunting, putus sekolah, sampai keluarga miskin yang perlu bantuan harian. Menurut saya ini luar biasa, ikhlas, dan tanpa kepentingan apapun,” ujar Faqih.

Baca juga: Konflik PBNU Menuju Akhir, Muktamar NU ke-35 (Bersama) Diserahkan ke Rais Aam dan Ketua Umum

Faqih menilai keberadaan rumah sosial di Kertopaten memiliki nilai historis tersendiri. 

Menurutnya, lokasi itu tidak jauh dari jejak perjuangan para pendiri NU, seperti KH Wahab Hasbullah dan Mas Alwi, yang dahulu kerap menjadikan wilayah Kertopaten dan Kebon Dalem sebagai pusat aktivitas.

“Mudah-mudahan rumah sosial ini menjadi berkah, seperti pergerakan awal berdirinya NU. Semata-mata karena amanah membantu warga yang membutuhkan,” demikian Faqih. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru