Ribuan Kilometer Jalur Kereta Api Nonaktif, Pemerintah Siapkan Reaktivasi

Reporter : M Aris Effendi
Sebuah rangkaian Kereta Api tengah melintas.

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Ribuan kilometer jalur kereta api di Indonesia masih belum beroperasi akibat rute jalur transportasi publik yang kini digemari rakyat itu sudah lama tidak beroperasi dan kini menunggu rencana pemerintah untuk menghidupkan kembali.

Baca juga: Proyek KRL Surabaya Raya Dimulai 2027, Anggaran Capai Rp5,4 Triliun

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 2.233 kilometer jalur kereta api yang dalam status nonaktif.

Jalur-jalur ini tersebar di berbagai wilayah dan memiliki potensi besar untuk mendukung konektivitas dan transportasi nasional jika diaktifkan kembali.

Arif Anwar, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, menyampaikan dalam briefing media pada Minggu (27/92025), bahwa jalur nonaktif tersebut sudah tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) hingga tahun 2030.

Dokumen perencanaan ini mencakup sejumlah proyek reaktivasi yang bertujuan mengembalikan fungsi jalur-jalur yang selama ini tidak beroperasi.

“Dalam RIPNas sampai dengan 2030, kami menyiapkan beberapa proyek reaktivasi jalur-jalur kereta yang saat ini tidak beroperasi. Detailnya sudah kami cantumkan dalam dokumen tersebut,” ujar Arif.

Beberapa jalur yang menjadi prioritas reaktivasi terletak di Pulau Jawa dan Sumatera. Contohnya, di Jawa Barat terdapat jalur yang menghubungkan Cianjur menuju Padalarang, Bandung-Ciwidey, serta Tanjung Sari.

Jalur-jalur ini memiliki potensi strategis untuk mengembangkan sektor transportasi dan mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang.

“Revitalisasi jalur lama tetap menjadi bagian dari prioritas jangka panjang sektor perkeretaapian nasional. Di Jawa Barat dan Sumatera, kami sudah menentukan beberapa target reaktivasi,” tambah Arif.

Meski sudah ada rencana matang, realisasi reaktivasi jalur kereta api ini masih menghadapi kendala utama, yaitu keterbatasan anggaran.

Arif menegaskan bahwa kelanjutan proyek sangat bergantung pada kebijakan alokasi anggaran pemerintah di tahun-tahun mendatang.

“Saat ini kendala terbesar adalah anggaran. Keputusan final mengenai reaktivasi akan menunggu kebijakan anggaran pemerintah. Namun kami tetap optimis program ini akan dijalankan sesuai rencana dalam RIPNas,” jelas Arif.

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan jaringan kereta api melalui reaktivasi ribuan kilometer jalur yang saat ini tidak beroperasi.

Rencana ini tidak hanya akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi dan pengurangan kemacetan. Namun, tantangan pendanaan menjadi faktor kunci yang harus diatasi agar visi ini dapat terwujud secara nyata.

Jalur Klakah-Lumajang Diusulkan Beroperasi Kembali

Sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Lumajang dan sekitarnya menyatakan kegembiraannya mendengar adanya rencana pemerintah hingga 2030 untuk menghidupkan kembali sejumlah jalur rel kereta api yang sudah lama mati agar beroperasi kembali dan itu yang diusulkan warga Lumajang dan sekitarnya itu adalah jalur kereta api Lumajang-Klakah.

Seperti diketahui dari data yang dihimpun JatimUPdate.id, ada jalur kereta api yang telah lama tidak beroperasi yaitu Klakah-Lumajang-Yosowilangun-Ambulu-Jember.

"Rel kereta api jalur Klakah-Lumajang yang dulu merupakan bagian dari jalur Klakah-Lumajang-Yosowilangun-Ambulu-Jember diharapkan warga Lumajang bisa kembali direaktivasi," kata Siti Mubarokah, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Lumajang kepada Redaksi JatimUPdate.id Senin Sore (29/09/2025).

Mbak Oka, begitu biasa panggilan Siti Mubarokah itu menyatakan kegembiraannya saat mengetahui bila pemerintah pusat sedang menggodok rencana besar penghidupkan kembali sejumlah rel jalur kereta api di Jawa dan Sumatera agar bisa membantu mempermudah mobilitas warga, dan logistik.

"Namun saat kami mengerahui, didata dari sejumlah media hasil rilis Kementrian Perhubungan yang tidak mencantumkan jalur rel kereta api Klakah-Lumajang untuk dihidupkan kembali, maka kami perlu menyuarakan agar jalur rel Klakah-Lumajang yang tidak begitu panjang itu bisa dihidupkan kembali, meski untuk tahap awal bisa digunakan jadi angkutan barang dan logistik termasuk buah dan sayur-mayur termasuk angkutan pasir dimana ini merupakan komoditas unggulan Kabupaten Lumajang," kata Siti Mubarokah dengan semangat.

Sementara itu, Agus, tokoh masyarakat Lumajang menyambut baik rencana pemerintah menghidupkan kembali rel kereta api yang tidak beroperasi, termasuk mengusulkan agar rute rel KA Lumajang-Klakah bisa dihidupkan kembali.

Baca juga: Di Antara Rapat, Rel, dan Rasa Syukur

Agus yang juga baru pensiun dari Pemkab Lumajang itu menyatakan meski bertahap, dan tidak untuk angkutan penumpang, jalur rel KA Klakah-Lumajang perlu untuk diaktifkan kembali. Angkutan barang khususnya komoditas Pasir Gunung Semeru yang terkenal bisa jadi ruang komoditas yang jadi alasan agar rute rel itu dihidupkan kembali.

"Bayangkan pasir Semeru diangkut dengan KA dari Lumajang hingga Jakarta tentunya ini akan bisa menambah PAD bagi Pemkab Lumajang sekaligus menurunkan kemacetan jalan dan efisiensi angkutan pasir Semeru-Lumajang yang sudah terkenal itu. Selain komoditas Pasir, angkutan KA rute Lumajang-Klakah ini bila dihidupkan bisa untuk angkutan Sayur-Mayur dan Buah yang juga komoditas unggulan Kabupaten Lumajang," kata Agus yang baru saja purna tugas dari Dinas Kependudukan Kabupaten Lumajang itu kepada Redaksi JatimUPdate.id pada Selasa pagi (30/09/2025).

Arif Yunianto, tokoh masyarakat Lumajang asli Klakah yang kini menekuni dunia pertanian itu sangat mendukung penuh bila rel KA Lumajang-Klakah bisa dihidupkan kembali.

"Meski tahap awal bukan untuk angkutan penumpang, tetapi bila rangkaian kereta barang baik itu komoditas pasir Semeru dan buah-buahan serta sayur-mayur yang jadi andalan potensi holtikultura Kabupaten Lumajang bisa terwujud, tentu hal ini akan membuat nilai tambah dan penghasilan bagi para petani dan pengusaha pasir di Kabupaten Lumajang. Kami selaku warga Lumajang jelas mendukung penuh," kata Arif kepada Redaksi JatimUPdate.id pads Selasa Pagi (30/09/2025).

Sementara itu Fatih Aisyiah, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Kecamatan Sukodono menyatakan dukungannya atas usulan sejumlah pihak di Kabupaten Lumajang agar rel Kereta Api jalur Lumajang-Klakah bisa diaktifkan kembali.

"Tentu butuh dukungan banyak pihak dan perencanaan yang matang agar rel KA Klakah-Lumajang bisa aktif kembali. Komoditas angkutan pasir dan buah serta sayur-mayur bisa jadi potensi angkutang barang yang bisa diupayakan pemerintah dan stakeholder perkeretaapian nasional agar ini bisa segera terwujud. Dukungan DPRD Lumajang juga sangat diperlukan agar mimpi aktivasi rel Lumajang-Klakah bisa segera terwujud," ungkap Fatih kepada Redaksi JatimUPdate.id pada Selasa pagi (30/09/2025).

Fatih menambahkan bila rel KA itu hidup kembali dan kedepannya bisa untuk angkutan penumpang, tidak hanya angkutan barang, maka sejumlah sektor usaha akan terdampak secara positif.

"Jangan lupa bila angkutan ini terwujud, sektor wisata di Lumajang akan juga berdampak positif. Dan bila angkutan KA penumpang juga diwujudkan maka dipastikan akan berdampak sistemik dan simultan terhadap perekonomian Kabupaten Lumajang secara menyeluruh," kata Fatih yang alumni Fisip Universitas Jember yang juga mantan Ketua Umum Kohati HMI Cabang Jember era 2005 an itu.

Lebih jauh Rencana Jalur Kereta Api yang akan dihidupkan kembali oleh Pemerintah hingga 2030 :

1. Sukabumi-Cianjur-Padalarang

2. Cicalengka-Jatinangor-Tanjungsari

Baca juga: Angkutan KA Punya Peran Strategis

3. Cirebon-Kadipaten

4. Banjar-Cijulang

5. Purwokerto-Wonosobo

6. Semarang-Demak-Juana - Rembang

7. Kedungjati-Ambarawa

8. Jombang-Babat-Tuban

9. Kalisat-Panarukan

10. Madiun-Ponorogo-Slahung (terkonfirmasi dengan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko)

11. Kamal-Sumenep (Pemkab Sumenep sangat getol mengusulkan)

12. Lumajang-Klakah (sedang diusulkan).(rid/mmt)

 

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru