Yona Desak Satpol PP Tak Tutup Mata Soal Prostitusi di Surabaya

Reporter : Ibrahim
Yona Bagus Widyatmoko, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyoroti lemahnya respon Pemerintah Kota melalui Satpol PP dalam menindak praktik prostitusi di kawasan Moroseneng. 

Ia mendesak agar jajaran aparat penegak perda itu lebih peka dan tidak menunggu dorongan dari DPRD untuk bergerak.

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

Yona menjelaskan, munculnya razia kedua yang dilakukan oleh aparat penegak hukum (APH) menjadi bukti memang ada aktivitas prostitusi terselubung di kawasan tersebut. 

Dalam razia itu, dua mucikari, sejumlah pekerja seks, dan pemilik wisma berhasil diamankan oleh Polrestabes Surabaya.

“Razia kedua dilakukan langsung oleh Polrestabes, dan terbukti ditemukan dua mucikari, PSK, serta pemilik wisma yang ditangkap. Ini menunjukkan memang ada praktik prostitusi di sana,” ujar Yona, Selasa (14/10).

Ia menilai, temuan tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan awal dari Satpol PP. 

Yona menduga, informasi terkait razia pertama sempat bocor ke lapangan sehingga para pelaku sudah sempat mengantisipasi dan memproteksi diri sebelum operasi dilakukan.

“Kesan razia pertama itu seperti ada yang ditutup-tutupi. Informasi ini bisa bocor, sehingga para pelaku sudah siap. Padahal yang namanya sidak seharusnya tidak bocor. Satpol PP mestinya lebih pinter dari pelakunya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sikap Camat Benowo yang sebelumnya menyatakan tidak ditemukan bukti prostitusi. 

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Padahal, kata Yona, temuan lapangan dari anggota DPRD menunjukkan indikasi kuat adanya praktik tersebut.

“Camat Benowo harus lebih perhatian. Jangan sampai memberi pernyataan yang terkesan menutup mata, sementara bukti sudah ada di lapangan,” ujarnya.

Yona meminta agar Satpol PP tidak hanya fokus pada kawasan yang sudah distigma sebagai tempat prostitusi seperti Moroseneng. 

Ia mengingatkan praktik serupa juga bisa terjadi di banyak lokasi lain di Kota Surabaya.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

“Saya minta Satpol PP lebih intens, bukan hanya di Moroseneng. Surabaya ini harus bersih dari prostitusi, termasuk yang terselubung di beberapa tempat lain,” katanya.

Yona menegaskan, informasi terkait lokasi prostitusi terselubung sebenarnya sudah banyak berseliweran.

Karena itu, ia meminta agar tidak lagi berpura-pura tidak tahu dan segera mengambil tindakan tegas.

“Satpol PP jangan diam dan jangan berlagak tuli. Informasi sudah valid. Segera sikapi dan bersihkan Surabaya dari praktik prostitusi, termasuk di beberapa hotel yang diduga masih menjalankan aktivitas serupa,” demikian Yona Bagus Widyatmoko. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru