Surabaya,JatimUPdate.id — Aksi protes santri di depan kantor biro Trans7 Jawa Timur, Jalan Yos Sudarso memanas, pada Kamis (16/10),
Di tengah terik matahari, anggota Fraksi Demokrat DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, tampil berapi-api memimpin pekik “Sumpah Santri Indonesia” di hadapan ratusan massa.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
“Selamat sore rakyat Surabaya, selamat sore rakyat Indonesia. Hari ini di bawah terik matahari kita berkumpul menyatukan suara, mengecam tindakan-tindakan Trans7 yang telah melecehkan pondok pesantren,” seru Saifuddin lantang dari atas mobil komando.
Politisi yang juga dikenal sebagai santri itu mengajak massa untuk mengangkat tangan kiri sebagai simbol perlawanan dan solidaritas.
“Saya minta kepada seluruh sahabat-sahabat yang hadir pada sore hari ini, kepalkan tangan kiri kita. Ini bentuk perlawanan, bentuk perjanjian penyatuan semua santri,” ujarnya disambut pekikan takbir.
Setelah itu, Saifuddin memimpin pembacaan “Sumpah Santri Indonesia” dengan suara menggema di depan gedung Trans7.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
“Kami Santri Indonesia bersumpah bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.
Kami Santri Indonesia bersumpah berbangsa satu, bangsa yang gendrung akan keadilan.
Kami Santri Indonesia bersumpah berbahasa satu, bahasa kebenaran, bahasa keadilan, bahasa anti penindasan.”
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Seruan tersebut langsung diikuti serentak oleh massa yang memadati jalan. Suasana pun berubah haru sekaligus tegas, menggambarkan tekad santri dalam membela marwah pesantren dan para kiai.
“Hidup santri! Hidup rakyat!” teriak Saifuddin menutup sumpah, diikuti gemuruh suara para santri yang memenuhi depan kantor Trans7 Jawa Timur. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat