Politisi Demokrat Serukan “Lawan!” di Depan Kantor Trans7 Jatim: “Kami Santri, Kami Berdaulat!”

Reporter : Ibrahim
Muhammad Saifuddin saat orasi di depan Kabiro Trans7 Jatim

Surabaya,JatimUPdate.id — Suasana aksi santri di depan kantor biro Trans7 Jawa Timur, Kamis (16/10), semakin membara ketika Muhammad Saifuddin, politisi Partai Demokrat sekaligus anggota DPRD Surabaya, naik ke atas mobil komando. 

Dengan suara lantang dan penuh emosi, ia menyatakan dirinya bagian dari santri yang tak akan diam ketika pesantren dilecehkan.

Baca juga: Pemkot Blokir Adminduk Mantan Suami Abai Nafkah, Komisi A: Langkah Tegas Beri Efek Jera

“Sahabat-sahabatku sekalian, mungkin saya tegaskan, yang berdiri sore hari ini adalah santri pondok pesantren Miftahul Ulum Banyu Putih Kidul!” seru Saifuddin, disambut sorak massa.

Ia menegaskan, dirinya lahir dan dibesarkan di lingkungan pesantren yang menanamkan nilai kemandirian dan cinta tanah air. 

“Saya lahir dari pondok pesantren. Tapi Kiai-Kiai kita mengajari untuk berdikari, untuk berdaulat, untuk bangsa dan negara ini,” ujarnya.

Baca juga: KTR di DPRD Surabaya, Dewan: Harus Bijak Sediakan Smoking Area

Saifuddin juga menyinggung sosok Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai bukti santri punya peran besar dalam perjalanan bangsa. 

“Almarhum Kiai Abdur Rahman Wahid pernah menjadi presiden. Itu adalah santri! Itu adalah Kiai!” katanya berapi-api.

Orasi Saifuddin kemudian memuncak saat ia menuding Trans7 telah menginjak martabat santri dan kiai lewat tayangan yang dianggap melecehkan pesantren.

Baca juga: Fraksi PKB Buka-bukaan Soal Strategi Raih 10 Kursi pada Pemilu Mendatang 

“Kalau kemudian Trans7 menginjak-injak, menindas santri, memperbodohi kita semua, maka hanya ada satu kata, LAWAN!” teriak eks aktivis PMII itu keras.

Massa pun serentak mengikuti, meneriakkan, “Lawan! Hidup rakyat! Hidup santri!” menggema di sepanjang Jalan Yos Sudarso.

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru