Sidoarjo, JatimUPdate.id - Oktober menjadi bulan istimewa bagi KB-TK Al Muslim. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sekolah ini memperingati Bulan Bahasa dengan beragam kegiatan yang menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan literasi sejak usia dini.
Baca juga: Aksi Balap Liar Diamankan di Arteri Porong Sidoarjo, Polisi Panggil Orang Tua Pelaku
Tahun ini, kegiatan utama bertajuk “Gerakan Abaku” atau “Gerakan Ayah Bunda Bacakan Aku Buku”, menjadi sorotan karena mengusung semangat kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Kegiatan literasi keluarga tersebut berlangsung meriah dan penuh makna. Seluruh siswa hadir bersama ayah dan bunda tercinta di lapangan sekolah.
Mereka mengikuti berbagai agenda, mulai dari pembacaan ikrar, menyanyikan lagu Indonesia Raya, senam bersama, hingga sesi membaca buku yang dilakukan secara serentak oleh orang tua dan anak.
Kepala TK Al Muslim, Siti Aminah, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar membaca buku bersama, melainkan momen mempererat kedekatan emosional antara anak dan orang tua.
“Membaca bukan hanya soal mengenal huruf, tetapi tentang membuka dunia anak pada nilai, emosi, dan imajinasi. Saat Ayah dan Bunda membacakan buku, anak belajar tentang cinta, perhatian, dan kebahagiaan bersama keluarga. Inilah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi tumbuh kembang mereka,” terang Siti Aminah melalui pesan rilisnya, Jumat (31/10/2025).
Melalui kegiatan ini, TK Al Muslim berharap budaya literasi dapat terus tumbuh di lingkungan keluarga dan sekolah. Dengan mengusung semangat “Satu Bahasa, Satu Cinta untuk Indonesia”, sekolah berkomitmen menanamkan nilai cinta bahasa Indonesia sekaligus membangun generasi muda yang gemar membaca dan berbahasa dengan santun.
Baca juga: Truk Boks Tabrak Dump Truck di By Pass Balongbendo Sidoarjo, Satu Tewas di Lokasi
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi literat yang cinta bahasa dan bangga berbahasa Indonesia," ucap Siti Aminah.
Salah satu orang tua siswa, Ayah dari si kembar Kiano dan Keisya dari TK B, mengungkapkan antusiasmenya.
“Saya merasa bahagia bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Biasanya kami membaca di rumah, tapi kali ini terasa berbeda karena bisa berbagi cerita di depan teman-teman anak saya. Anak saya jadi semakin bersemangat membaca buku setelah acara ini,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Ayah Fatih dari TK A-2. Ia menilai Gerakan Abaku memberikan dampak positif tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua.
Baca juga: Jalan Embong Kali Krian Sidoarjo Rusak dan Berlubang
“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini dapat membentuk bonding antara Ayah, Ibu, dan anak, meningkatkan literasi anak, sekaligus mengingatkan pentingnya membacakan buku sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda Adhisti dari TK A-3 menambahkan bahwa membaca bersama keluarga merupakan pondasi literasi yang kuat.
“Kami bergantian membaca buku di depan anak. Hal sederhana ini ternyata membuat suasana lebih hangat dan mempererat hubungan keluarga,” ucapnya singkat.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat