Ratusan Manuskrip Kuno Ditemukan di Gelaman Kangean

Reporter : Ponirin Mika
Temuan ini diidentifikasi sebagai koleksi naskah yang berasal dari kisaran abad ke-18 hingga ke-19.

 

Kangean, Sumenep, JatimUPdate.id — Tim Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA) menemukan lebih dari 50 manuskrip kuno di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura.

Baca juga: Konflik Survei Seismik di Pulau Kangean Picu Kekhawatiran

Temuan ini diidentifikasi sebagai koleksi naskah yang berasal dari kisaran abad ke-18 hingga ke-19.

Penemuan tersebut merupakan hasil kolaborasi PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Center for the Study of Manuscript Culture (CSMC) Universitas Hamburg, Jerman, dan Arcadia (Inggris) melalui program pelestarian manuskrip yang terdigitalisasi.

Koordinator tim pusat DREAMSEA, Kiai Ahmad Ginanjar Sya’ban, mengatakan bahwa manuskrip-manuskrip tersebut memuat beragam karya keilmuan Islam klasik, termasuk kitab Al-Idhoh, Samarqondi, Balaqhah, Mantiq, Sittin, dan Bayanul Alif.

Sebagian naskah ditulis di atas kertas tradisional atau kertas duluwang, dan beberapa di antaranya masih dalam kondisi utuh meski ada yang menunjukkan kerusakan cukup berat.

Baca juga: SMSI Sumenep Gelar Seminar Green Economy dan Tantangan Ekologis Perencanaan KEK Madura

Sebagian besar manuskrip diketahui berasal dari koleksi Datok Karaeng Pattas, seorang ulama lokal yang diyakini turut berperan dalam penyebaran Islam di Pulau Kangean.

Naskah tersebut selama ini disimpan oleh keluarga dan sejumlah tokoh masyarakat di Gelaman.

Menindaklanjuti temuan itu, masyarakat setempat menggagas pendirian museum manuskrip kuno sebagai upaya menjaga warisan intelektual leluhur.

Baca juga: Ketum JongMa Ponirin Mika: Hengkangnya Kapal Seismik PT KEI, Awal Kemenangan Warga Kangean

Inisiatif tersebut didorong oleh kelompok pemuda dan pemerhati budaya, yang menilai bahwa pelestarian fisik maupun digital sangat penting untuk memastikan naskah tetap dapat diakses generasi mendatang.

Program DREAMSEA sendiri bertujuan menyelamatkan naskah-naskah tradisional di Asia Tenggara yang terancam rusak atau hilang akibat faktor usia, lingkungan, dan minimnya perawatan. Digitalisasi manuskrip dari Gelaman menjadi bagian dari upaya tersebut. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru