Usung Meritokrasi, Partai Gelora Probolinggo Jadi Wadah Pemuda Potensial

avatar Ponirin Mika
  • URL berhasil dicopy
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Probolinggo berkomitmen penuh untuk menjadi wadah bagi generasi muda dan Sumber Daya Manusia (SDM) potensial.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Probolinggo berkomitmen penuh untuk menjadi wadah bagi generasi muda dan Sumber Daya Manusia (SDM) potensial.

 

Probolinggo, JatimUPdate.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Probolinggo berkomitmen penuh untuk menjadi wadah bagi generasi muda dan Sumber Daya Manusia (SDM) potensial yang selama ini belum terakomodir di kancah politik lokal.

Dengan menerapkan sistem meritokrasi, partai besutan Anis Matta ini membuka pintu lebar-lebar bagi pemuda yang memiliki kompetensi dan keterampilan untuk dikembangkan secara optimal.

Langkah konkret ini dibuktikan dengan penunjukan Abu Bakar Rohim sebagai Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo.

Sebagai figur muda, Abu Bakar diberi kepercayaan penuh untuk menakhodai partai di wilayah yang secara historis didominasi oleh partai-partai politik mapan.

"Kami menerapkan prinsip meritokrasi dalam memilih kader. Partai Gelora saat ini aktif mencari pemuda-pemuda yang memiliki kompetensi tinggi dan bertekad kuat untuk berkembang bersama," ujar Abu Bakar Rohim.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo, Ponirin Mika, menegaskan bahwa partainya tengah fokus mempersiapkan kader muda potensial agar mampu meningkatkan kapasitas diri.

Menurutnya, Gelora hadir bukan sekadar sebagai kendaraan politik, melainkan sebagai ruang inkubasi bagi bakat-bakat kepemimpinan masa depan.

"Kami ingin memastikan bahwa pemuda yang memiliki keterampilan dan potensi besar mendapatkan ruang yang tepat.

Melalui Partai Gelora, mereka dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang kompeten," tutur Ponirin.

Dengan strategi pengaderan berbasis kompetensi dan keterbukaan ini, Partai Gelora Kabupaten Probolinggo optimistis dapat membawa warna baru sekaligus menjadi kekuatan politik alternatif yang segar bagi masyarakat Probolinggo. (pm/mmt)