Cegah Pelajar Terpapar Paham Sesat, Lakpesdam MWCNU Paiton Gelar Edukasi Aswaja di MAN 1 Probolinggo Putri
Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id — Lakpesdam Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton menggelar kegiatan edukasi keagamaan bertajuk Go to School di MAN 1 Probolinggo Putri, Selasa (14/07/26).
Kegiatan ini digelar sebagai respons atas semakin mudahnya akses pelajar terhadap konten-konten keagamaan yang menyimpang dari ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah (Aswaja).
Pembina kegiatan, Masruroh, menyampaikan keprihatinannya atas maraknya paham-paham yang dinilai menyimpang dari tuntunan Rasulullah SAW.
"Pemahaman Aswaja an-Nahdliyah kepada pelajar sangat dibutuhkan, apalagi saat ini banyak paham-paham yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW," ujarnya di hadapan para peserta.
Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton, Ponirin Mika, menegaskan bahwa program mendatangi sekolah dan madrasah ini merupakan bagian dari gerakan proaktif lembaganya dalam menjaga akidah generasi muda.
"Kita ingin pelajar selamat dari pemikiran ekstrem," tegasnya.
Dalam sesi materi, para siswi diperkenalkan dengan sejarah panjang Aswaja sebagai jalan tengah umat Islam yang telah ada sejak masa Rasulullah SAW dan dikodifikasi secara sistematis oleh Imam Abu Hasan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi pada abad ke-9.
Peserta juga mendapatkan pemaparan tentang ajaran utama Nahdlatul Ulama yang bertumpu pada tiga pilar, yakni akidah Asy'ariyah-Maturidiyah, fikih mazhab Syafi'i, dan tasawuf dalam tradisi Al-Ghazali dan Al-Junaid.
Selain itu, para pelajar diajak mengenali secara objektif sejumlah aliran yang dinilai tidak sejalan dengan Aswaja, seperti Wahabi/Salafi ekstrem yang menolak mazhab dan tasawuf, HTI yang mengusung agenda khilafah dan menolak NKRI, serta kelompok Takfiri yang membenarkan kekerasan atas nama agama.
Pemaparan tersebut ditegaskan bukan untuk menumbuhkan kebencian, melainkan agar pelajar lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh.
Kegiatan yang diakhiri dengan pesan istiqomah di jalan Aswaja ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para siswi MAN 1 Probolinggo Putri untuk tumbuh menjadi generasi muslim yang moderat, berpikir kritis, dan kokoh dalam identitas ke-NU-an di tengah derasnya arus informasi keagamaan di era digital. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat