CATATAN REDAKSI

Pertarungan Dimulai Sebelum Peluit: PDIP Kehilangan Fokus, Kekuatan Baru Muncul

Reporter : Yuris. T. Hidayat
Ilustrasi

Panggung politik Surabaya mulai bergetar. Golkar dan Gerindra sudah bergerak, menandai babak baru persaingan kekuasaan yang tidak menunggu aba-aba kampanye resmi. 

Keduanya melakukan manuver terukur, mengisi ruang yang terbuka lebar buntut PDIP terjebak dalam pusaran konflik internal yang terus dipelihara oleh faksi-faksi lama.

Baca juga: Buleks Tekankan Kekompakan Kader, Halal Bihalal Ranting Jepara Jadi Penguat Akar Rumput PDIP

Di saat partai lain memacu konsolidasi, PDIP justru sibuk memadamkan api di dapurnya sendiri. Dan politik memiliki hukum besi ruang yang kosong tidak akan pernah dibiarkan kosong terlalu lama. 

Ketika sebuah partai kehilangan fokus, lawan tidak hanya masuk mereka mengambil alih panggung.

Dominasi PDIP di Surabaya tidak lagi berada pada posisi aman. Retak internal yang dibiarkan tanpa penyelesaian hanya akan mempercepat pergeseran kekuatan. 

Baca juga: Fraksi PKB Buka-bukaan Soal Strategi Raih 10 Kursi pada Pemilu Mendatang 

Loyalitas akar rumput cepat berubah ketika melihat siapa yang bekerja, bukan siapa yang merasa berhak.

Hari ini, Golkar memainkan momentum. Gerindra memperkuat basis data dan struktur. Mereka tidak membuang waktu. 

Jika PDIP masih terus larut dalam drama faksi dan perebutan kendali, maka risiko jatuhnya tahta politik hanya soal waktu, bukan kemungkinan.

Baca juga: Kisah Baktiono-Armuji, Dari Kepleset ke Lumpur, Bubarkan Kampanye PDI Suryadi hingga Riwa-riwi Pengadilan 

Redaksi menilai, peringatan ini nyata. Surabaya memasuki fase di mana kekuatan politik ditentukan oleh kecepatan membaca situasi dan keberanian mengambil alih ruang yang ditinggalkan. Tinggal menunggu siapa yang akan berdiri paling akhir.

Tidak ada partai yang abadi di puncak. Yang abadi hanya perubahan.

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru