Sidoarjo, JatimUPdate.id - Longsoran bantaran sungai terjadi di Desa Temu, Kecamatan Prambon, setelah aliran sungai mengikis tepi sungai dalam waktu lama yang diperparah tingginya curah hujan, hingga material tanah runtuh dan masuk ke alur sungai.
Baca juga: Dibayangi Temuan Administrasi dan Aset, Pemkab Sidoarjo Lakukan Pembenahan demi Pertahankan WTP
Langsung mendapat respons cepat dari Bupati Sidoarjo, Subandi untuk memastikan kondisi di lapangan dan turun langsung melakukan peninjauan, Rabu (24/12/2025).
Dengan didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono, Plt Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano, serta jajaran Forkopimka Kecamatan Prambon.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi,
Bupati Subandi langsung menginstruksikan Dinas PU Bina Marga dan SDA untuk melakukan penanganan sementara sebagai langkah darurat.
Baca juga: 1.140 Personel Polresta Sidoarjo Siagakan Layanan Pengamanan Pilkades Serentak di 80 Desa
Penanganan awal dilakukan dengan memasang pring bongkotan sebagai penahan bantaran sungai, yang proses pemasangannya didukung penggunaan alat berat.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menjelaskan bahwa normalisasi sungai sebenarnya sudah masuk dalam program pengerjaan tahun ini. Namun, pelaksanaannya belum bisa maksimal di seluruh titik karena keterbatasan ruang.
“Normalisasi sedang dilaksanakan tahun ini. Namun di sisi kanan dan kiri sungai terdapat banyak bangunan serta jalan inspeksi, sehingga pengerjaannya belum bisa optimal. Untuk sementara akan kami lakukan perbaikan terlebih dahulu. Material sedang kami siapkan dan segera dipasang hingga pekerjaan selesai,” jelas Dwi Eko.
Baca juga: Bupati Subandi Tinjau Pilkades Serentak Sidoarjo, Tekankan Kondusivitas dan Pilkades Damai
Ia juga menambahkan, sejumlah pintu air di wilayah tersebut telah masuk dalam rencana penggantian pada tahun 2026. Penggantian akan dilakukan dengan metode pengunci baru, mengingat banyak pengunci pintu air yang hilang.
“Di wilayah Purboyo juga terdapat beberapa pintu air yang akan kami ganti pada tahun 2026. Metodenya akan kami ubah karena selama ini banyak pengunci yang hilang, bukan rusak,” tukasnya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat