Surabaya, JatimUPdate.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, mengungkapkan rasa syukur mendalam usai bersilaturahmi dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya, Sabtu (28/12).
Baca juga: Prediksi Lebaran 2026: 21 atau 20 Maret?
Dalam unggahan di akun Twitter resminya, Gus Yahya—sapaan akrabnya—menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Ia menuturkan suasana pertemuan diwarnai mushafahah, tawa hangat, serta kebersamaan yang menenangkan hati.
“Rasa syukur tak terperi, kala bertaut kembali, mushāfahah kembali, tertawa hangat kembali. Alhamdulillāh,” tulis Gus Yahya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam dinamika yang sebelumnya terjadi, dirinya hampir tidak merasakan kemarahan maupun kebencian.
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Penghargaan Qori Terbaik MTQ Nasional
Perasaan yang dominan justru kesedihan yang terus-menerus. Namun, menurutnya, kesedihan tersebut kini telah luruh dan berganti dengan tekad kuat untuk terus berkhidmat tanpa sisa.
“Kesedihan itu hari ini luruh, berganti mendiami tekad berkhidmat tanpa sisa,” lanjutnya.
Dalam unggahan tersebut, Gus Yahya menyampaikan terima kasih kepada para Kiai Sepuh, jajaran Mustasyarīn, Ruasa’, Kuttab, serta seluruh warga dan pencinta Nahdlatul Ulama atas doa dan dukungan yang diberikan.
Baca juga: Ketua PDM Malang Sampaikan Tausyiah Refleksi Persatuan Muhammadiyah dan NU
Ia juga mengajak seluruh elemen NU untuk terus merawat jagat dan membangun peradaban dengan kebeningan hati, keikhlasan, serta niat semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
“Mari kita rawat jagat, membangun peradaban dengan kebeningan hati, jernih, ikhlas, ibtighā’an lī mardhātillāh,” pungkasnya.
Unggahan tersebut mendapat respons luas dari warganet, khususnya kalangan Nahdliyin, yang menyambut positif pesan persatuan dan keteduhan yang disampaikan Ketua Umum PBNU tersebut. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat