Surabaya,JatimUPdate.id – Seteru Wakil Walikota sekaligus ketua DPC PDIP kota Surabaya, Amuji versus ormas Madura Asli Sedarah (Madas) berujung damai.
Rekonsiliasi Amuji dengan Madas dilakukan di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Selasa (6/1).
Baca juga: Tuan, Politik Jangan Cuma Ramai di Flyer
Armuji menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas penyebutan nama Madas dalam pernyataannya
“Saya khilaf menyebut nama ormas. Saya mohon maaf dan tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” ucap Armuji.
Armuji mengakui, dalam dialog yang disiarkan melalui kanal YouTube dan media sosialnya, sempat menyebut nama Madas secara spontan.
Namun, ia menegaskan penyebutan itu bukan untuk menyudutkan organisasi tertentu.
Baca juga: Flayer Armuji-Arif Fathoni Cuma Lempar Isu dan Bikin Polling Terbuka
“Saya menyebut itu sekali, dan ternyata saya salah. Saya kira logonya Madas, ternyata setelah diklarifikasi itu bukan, tulisannya ‘gong xi fa cai’,” jelasnya.
Ketua Madas Mohammad Taufik atau yang akrab dipanggil Bung Taufik menegaskan peristiwa yang dipermasalahkan terjadi bulan Agustus 2025,
Bung Taufik menganggap polemik yang berkembang dipicu framing keliru terhadap simbol atau tulisan pada pakaian individu tertentu, sehingga menyeret nama organisasi.
Baca juga: Jelang Iduladha, Armuji Tekankan Hewan Kurban di Surabaya Harus Lolos Tes Kesehatan
“Ini akhirnya jadi gorengan di publik, padahal tidak ada kaitannya dengan Madas,” imbuhnya.
Terkait laporannya di Polda Jatim, Bung Taufik mengaku mencabut laporan terhadap Armuji yang sebelumnya dilayangkan.
"Saya menerima permintaan maaf. Kami akan mencabut laporan di Polda Jawa Timur. Kita memilih untuk bergandengan tangan,” jelasnya.
Editor : Yuris. T. Hidayat