Jakarta, JatimUPdate.id - Buku "Jembatan Gantung: Menyambung Asa di Desa dan Daerah Tertinggal" mengupas tuntas urgensi infrastruktur konektivitas sebagai urat nadi kehidupan di wilayah-wilayah terpencil Indonesia yang masih terbelenggu oleh isolasi geografis.
Baca juga: Langkah Sunyi Akhmad Munir: Dari Rock n’ Roll ke Jenderal Wartawan
Melalui analisis mendalam terhadap kesenjangan aksesibilitas, buku ini menyoroti bagaimana kehadiran jembatan gantung bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan jembatan harapan yang menghubungkan masyarakat dengan layanan dasar pendidikan, kesehatan, dan pusat ekonomi yang sering kali sulit dijangkau akibat rintangan alam seperti sungai deras dan jurang curam.
Di tengah tantangan disparitas pembangunan nasional yang masih menunjukkan ketimpangan di daerah tertinggal, buku ini menawarkan perspektif strategis mengenai penerapan desain adaptif, optimalisasi pemanfaatan Dana Desa, hingga penguatan kolaborasi melalui Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengakselerasi pembangunan di daerah tertinggal.
Dilengkapi dengan pemetaan kebutuhan teknis serta studi kasus keberhasilan di berbagai daerah, publikasi ini hadir sebagai referensi krusial bagi para pembuat kebijakan dan praktisi pembangunan dalam mewujudkan konektivitas yang inklusif dan berkeadilan demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (red)
Editor : Redaksi