Papua, JatimUpdate.id - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka membatalkan rencana kunjungan kerjanya ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (14/1/2026).
Pembatalan tersebut dilakukan setelah adanya laporan intelijen mengenai dinamika keamanan di wilayah setempat.
Baca juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN
Berdasarkan pemberitaan Tribun Papua, kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) sebelumnya menyatakan penolakan terhadap kedatangan Wakil Presiden ke wilayah yang mereka sebut sebagai "zona konflik".
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyampaikan pernyataan yang mengancam, termasuk klaim penembakan terhadap pesawat komersial sebagai bentuk peringatan agar Wapres tidak mengunjungi Yahukimo.
Baca juga: Trans Lokal Di Papua, Wamen Viva Yoga: Jalan Mengentaskan kemiskinan dan Kesetaraan Pembangunan
"Penembakan pesawat ini merupakan peringatan kepada Wapres Gibran Rakabuming untuk tidak memasuki wilayah perang di Yahukimo," ujar Sebby.
Adanya klaim pergerakan pasukan serta ancaman keamanan udara tersebut menjadi bahan pertimbangan utama aparat keamanan.
Baca juga: Wapres Gibran Akhiri Kunjungan Kerja 3 Provinsi Pulau Papua
Pangdam XVII/Cendrawasih sekaligus Komandan Satgas Pengamanan VVIP, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, menyatakan bahwa kondisi keamanan dinilai belum memadai untuk kunjungan pejabat tinggi negara.
"Dari pertimbangan intelijen, kami melihat ada aktivitas dari kelompok-kelompok di sana yang mengancam keamanan. Atas dasar itu, kami menilai kunjungan Wapres ke Yahukimo saat ini sangat berisiko," jelas Mayjen Amrin pada Rabu (14/1/2026). (mmt/yh)
Editor : Redaksi